Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup! Aktivitas Vulkanik Tinggi, TNGM Ingatkan Ancaman Awan Panas dan Guguran Lava

Bagikan :
Imbauan Nasional Gunung Merapi/Foto: Balai Taman Nasional Gunung Merapi

TUGUJOGJA– Di tengah maraknya konten media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian bahkan ajakan untuk membuka jalur pendakian, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kembali menegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi masih ditutup hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Nomor S.01/T.36/TU/HMS.01.08/08/2026 tertanggal 29 Juni 2026. Kepala Balai TNGM, T Heri Wibowo, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah perlindungan terhadap keselamatan masyarakat di tengah aktivitas Gunung Merapi yang masih sangat dinamis.

Penutupan jalur pendakian tetap mengacu pada rekomendasi lembaga yang berwenang memantau aktivitas vulkanik, yakni Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

“Pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Kebijakan ini semata-mata untuk mematuhi rekomendasi dari pihak yang berwenang serta menjaga keselamatan dan keamanan seluruh pihak,” kata Kepala Balai TNGM, T Heri Wibowo.

Penutupan Pendakian Gunung Merapi

Heri menjelaskan, penutupan pendakian Gunung Merapi sebenarnya bukan kebijakan baru. TNGM sudah tidak merekomendasikan aktivitas pendakian sejak 22 Mei 2018. Sejak itu, PVMBG menaikkan status Gunung Merapi dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Baca juga  Kapan Bayar Fidyah Puasa dan Berapa Besarannya? Ini Ketentuan Lengkapnya

Situasi kemudian berkembang semakin serius. Pada 5 November 2020, PVMBG kembali menaikkan status aktivitas Gunung Merapi menjadi Level III atau Siaga. Hingga kini status tersebut masih berlaku karena aktivitas vulkanik belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal.

Selama status Siaga masih diterapkan, seluruh aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Merapi dinilai memiliki risiko yang sangat tinggi.

Laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19–25 Juni 2026 yang diterbitkan BPPTKG menunjukkan aktivitas erupsi efusif masih berlangsung. Pemantauan juga memperlihatkan suplai magma ke dalam tubuh gunung api masih terus terjadi.

Kondisi tersebut dapat memicu munculnya awan panas guguran maupun guguran lava yang sewaktu-waktu meluncur melalui sejumlah alur sungai berhulu di puncak Merapi.

Potensi bahaya saat ini meliputi sektor selatan hingga barat daya melalui Sungai Boyong dengan jangkauan maksimal lima kilometer dari puncak. Guguran lava juga berpotensi mengarah ke Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga tujuh kilometer.

Sementara di sektor tenggara, ancaman mengarah ke Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer dari puncak. Tidak hanya itu, apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga  Link Akses Simulasi TKA SD SMP Maret 2026 Terbaru, Cek Jadwal Lengkap Resmi Kemendikdasmen

Jalur Pendakian Berada di Zona Berbahaya

TNGM menegaskan jalur pendakian melalui New Selo justru melintasi kawasan yang masuk dalam area berisiko tinggi. Mulai dari pintu gerbang hingga Pos I, Pos II, Pasar Bubrah, bahkan menuju puncak, seluruh jalur berada pada kawasan yang sewaktu-waktu dapat terdampak aktivitas vulkanik.

Artinya, siapa pun yang memaksakan diri mendaki berpotensi menghadapi ancaman langsung apabila terjadi peningkatan aktivitas Merapi secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, TNGM mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai unggahan media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian maupun ajakan membuka jalur pendakian.

Meski pendakian menuju puncak masih ditutup, masyarakat tetap dapat menikmati wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang berada di luar zona berbahaya.

Salah satunya adalah Objek Wisata Alam Kalitalang. Lokasinya berada pada radius sekitar 3,3 kilometer dari Pos IV atau pos terakhir jalur pendakian.

Lokasi tersebut menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama Gunung Merapi tanpa harus memasuki kawasan yang berisiko tinggi.

Baca juga  Mengapa Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup? Alasan Radius Aman 3 Kilometer Tidak Bisa Ditawar

TNGM Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Menyesatkan

Heri Wibowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun informasi yang tidak memiliki sumber resmi mengenai kondisi Gunung Merapi.

Masyarakat sebaiknya selalu mengikuti informasi dari BPPTKG maupun pemerintah daerah mengenai perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

Selain itu, warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III juga harus terus meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Selama status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga, penutupan pendakian akan tetap berlaku. TNGM memastikan keputusan tersebut berdasarkan kajian ilmiah, data pemantauan aktivitas vulkanik, serta rekomendasi resmi dari instansi yang memiliki kewenangan.

Di balik gagahnya Gunung Merapi yang selalu memikat ribuan pendaki, masih tersimpan ancaman yang tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, TNGM mengajak seluruh masyarakat menghormati kebijakan penutupan pendakian. (ef linangkung)

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

hutri80_fa_secondary-logo_on-red_ratio-16x9

Rangkaian Kegiatan HUT RI 80 Resmi, Ada Berbagai Acara Mulai 1 hingga 24 Agustus 2025

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

anton-dmitriev-kBKOaghy8mU-unsplash

Cara Cek Info Pemadaman Listrik PLN Secara Real Time, Ini Kanal Resmi yang Bisa Diakses Pelanggan