
TUGUJOGJA – Tim gabungan akhirnya menemukan seorang nenek berusia 84 tahun dalam kondisi meninggal dunia di Waduk Sermo, Senin, 26 Mei 2025 pagi, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu malam.
Korban bernama Sutinah, warga Dusun Nganti RT 66/28, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulon Progo. Jenazahnya ditemukan mengapung di pinggiran Waduk Sermo wilayah Dusun Tegalrejo, Kalurahan Hargowilis, pada pukul 08.15 WIB.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sardjoko, membenarkan penemuan tersebut dan menjelaskan bahwa proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari S.R.I Waduk Sermo, Linmas Hargotirto, SAR SIGAP, RAPI, serta warga sekitar.
“Setelah mendapat laporan warga tentang hilangnya korban, kami langsung koordinasikan pencarian bersama tim SAR dan relawan. Pagi ini korban ditemukan dalam kondisi mengapung,” ujar Iptu Sardjoko.
Kronologi Hilangnya Korban dan Proses Pencarian
Kepala Dukuh Nganti, Abdul Malik Arroyhan, melaporkan bahwa korban terakhir terlihat pada Sabtu sore (24/5/2025) pukul 18.00 WIB. Saat itu, saksi bernama Suparjiyana melihat korban berjalan dan mengatakan hendak menuju rumah anaknya yang berbeda RT.
“Setelah terlihat menonton warga bermain voli, korban tak terlihat lagi hingga malam hari. Karena tidak kunjung kembali, warga melapor ke Posko S.R.I Waduk Sermo,” jelas Abdul Malik.
Tim SAR langsung melakukan operasi pencarian sejak Minggu, 25 Mei 2025 dengan membagi tim menjadi beberapa SRU (Search and Rescue Unit).
Pada pagi hari, SRU menyisir daratan sejauh 1 kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat. Sementara itu, pada sorti siang, dua SRU melakukan penyisiran di perairan hulu dan muara Sungai 2 di kawasan Waduk Sermo.
Petugas dari Puskesmas Kokap II bersama tim Inafis Polres Kulon Progo langsung memeriksa jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan luka melepuh di wajah dan kaki, serta luka di dagu. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Dugaan sementara korban sudah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan,” jelas Iptu Sardjoko.
Usai proses evakuasi dan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Polisi menyatakan akan terus mengawasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya lansia, agar lebih waspada dan mendapatkan pendampingan saat bepergian.