
TUGUJOGJA – Jagat maya sempat ramai ketika akun Instagram Merapi Uncover menarasikan sebuah kejadian di Piyungan sebagai aksi klitih. Narasi tersebut memancing keresahan publik, terlebih karena isu kejahatan jalanan selalu sensitif bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan fakta yang berbeda. Tiga remaja yang viral disebut pelaku klitih itu hanya kabur karena takut ketika bertemu patroli polisi.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menegaskan bahwa informasi yang terlanjur beredar tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan. Polisi menyatakan tidak ada tindakan kriminal dalam kejadian tersebut.
“Mereka hanya panik dan kabur ketika dihampiri petugas,” jelasnya.
Detik-Detik Remaja Kabur hingga Terjatuh di Jalan Piyungan
Peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari, 22 November 2025, sekitar pukul 01.30 WIB. Regu Patroli Dit Samapta Polda DIY saat itu mendapati tiga remaja mengendarai sepeda motor di kawasan Piyungan.
Ketiganya kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Piyungan karena mereka justru kabur saat berpapasan dengan petugas.
Ketiga remaja tersebut adalah HSS (17), pelajar asal Prambanan Sleman; BRP (18), pelajar asal Piyungan Bantul; serta A (21), warga Prambanan Sleman yang mengendarai motor.
Menurut keterangan A, mereka berangkat nongkrong sekitar pukul 23.00 WIB. A menjemput dua temannya menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax berpelat AB 2449 ZF, lalu menuju Jalan Baru Banyu Nibo, jalur tembus Prambanan–Gunungkidul.
Sebelum pulang, mereka mengisi bahan bakar di SPBU Bokoharjo, Jalan Piyungan–Prambanan KM 6. Saat itu patroli Samapta menghampiri. Merasa takut, mereka spontan melarikan diri. Satu dari mereka tidak ikut naik motor dan tertinggal.
A bersama dua temannya melaju ke arah Piyungan. Saat melintasi Jalan Padukuhan Bangkel, Kalurahan Srimulyo, motor yang mereka kendarai tergelincir hingga menyebabkan ketiganya terjatuh. Petugas kemudian menolong mereka dan mengamankan motor untuk dibawa ke Mapolsek Piyungan.
Pemeriksaan Polisi: Tidak Ada Sajam, Tidak Ada Indikasi Klitih
Setiba di Mapolsek Piyungan, piket SPKT memeriksa ketiga remaja itu. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada aktivitas kriminal. Petugas tidak menemukan senjata tajam maupun barang mencurigakan lainnya. Surat kendaraan juga lengkap.
“Pengendara, A, memang tidak memiliki SIM, sehingga menjadi satu-satunya pelanggaran yang ditemukan. Polisi mencoba menghubungi keluarga, tetapi tidak ada yang merespons panggilan saat itu,” ujarnya.
Ketiganya dalam kondisi basah akibat terjatuh dan kehujanan. Menimbang kondisi fisik serta tidak ditemukannya unsur kriminal, petugas menyarankan mereka pulang ke rumah masing-masing.
Polisi juga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama yang belum dipastikan kebenarannya.
“Viral belum tentu benar. Kami mengajak masyarakat untuk memastikan informasi melalui sumber resmi sebelum menyebarkannya,” kata Iptu Rita Hidayanto.
https://frankspizzapalace.com/menu