Sendratari Ramadesa Perdana Dipentaskan, Desa Wisata Bulak Sawah Bidik Jadi Magnet Wisata Budaya

Bagikan :
Sendratari Ramadesa perdana dipentaskan di Desa Wisata Bulak Sawah Sleman, mengangkat kisah Ramayana sekaligus mendorong regenerasi seni tradisi.

TUGU JOGJA – Ratusan warga memadati Amfiteater Desa Wisata Bulak Sawah di Padukuhan Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, pada Sabtu (29/8/2026) malam untuk menyaksikan pementasan perdana Sendratari Ramayana lakon Ramadesa. Pertunjukan yang melibatkan puluhan penari anak-anak hingga remaja itu mendapat sambutan meriah dan beberapa kali diselingi tepuk tangan penonton.

Pementasan perdana tersebut menjadi ruang ekspresi budaya baru di kawasan Desa Wisata Bulak Sawah. Selain menjadi hiburan bagi warga, pertunjukan ini memperkenalkan potensi wisata budaya berbasis masyarakat sekaligus mendorong regenerasi pelaku seni tradisi di Sleman.

Kisah Ramayana Terinspirasi Relief Candi Prambanan

Lakon Ramadesa mengadaptasi kisah Ramayana yang terinspirasi dari relief Candi Prambanan. Cerita berpusat pada perjuangan Rama bersama Laksmana dan pasukan Wanara yang dipimpin Hanoman dalam menyelamatkan Dewi Shinta dari penculikan Rahwana, raja Alengka.

Melalui perpaduan tari, musik gamelan, tata gerak, dan unsur dramatik, pertunjukan menghadirkan kembali salah satu epos klasik yang telah lama menjadi bagian penting dalam khazanah budaya Jawa.

Baca juga  Menaklukkan Musim Penghujan: Petani Melon Hidroponik di Semin Gunungkidul, Sukses Tembus Supermarket Jakarta

Dukuh Sawahan Lor, Budi Winarno, mengatakan kisah Ramayana dipilih karena mengandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

โ€œEpos ini menyampaikan pesan nilai-nilai luhur tentang kesetiaan, keberanian, serta kemenangan dharma atau kebenaran atas adharma atau kejahatan,โ€ ujarnya.

Menurut Budi, pertunjukan tidak hanya dimaksudkan sebagai tontonan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai budaya kepada generasi muda melalui cara yang lebih dekat dan menarik.

Libatkan Penari Lintas Generasi

Keunikan pementasan ini terletak pada keterlibatan lintas generasi. Para pemain berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak taman kanak-kanak, pelajar sekolah dasar, remaja, hingga seniman dewasa. Mereka berlatih bersama dalam satu panggung untuk menghadirkan pertunjukan yang utuh.

Kolaborasi tersebut terwujud melalui kerja sama sejumlah komunitas dan sanggar seni, antara lain Loka Bestari, Sanggar Seni Sekar Ngrayung, Sanggar Seni Urip Urub, serta SMA Negeri 1 Pakem.

Kehadiran para pelaku seni dari berbagai kelompok usia dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Regenerasi seniman menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak kelompok seni, terutama di tengah derasnya arus hiburan digital.

Baca juga  Dari Yogyakarta, Kebaya Diperkenalkan sebagai Identitas Budaya Indonesia untuk Dunia pada Hari Kebaya Nasional 2026

Ramadesa Diarahkan Jadi Atraksi Wisata Budaya

Pementasan perdana Ramadesa juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sejumlah anggota DPRD DIY, perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan Kabupaten Sleman, Dinas Pariwisata, tim monitoring dan evaluasi, serta unsur Forkopimkam Ngemplak hadir menyaksikan pertunjukan.

Bagi pengelola Desa Wisata Bulak Sawah, pertunjukan ini bukan sekadar agenda seni sekali tampil. Ramadesa diharapkan berkembang menjadi atraksi budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas kawasan sebagai desa wisata berbasis seni dan budaya.

Dengan latar amfiteater terbuka di tengah kawasan pedesaan, pertunjukan Ramadesa menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. Tidak hanya menyaksikan kisah Ramayana, pengunjung juga diajak menikmati suasana desa yang menjadi bagian dari daya tarik wisata setempat.

Melalui pementasan perdana tersebut, Desa Wisata Bulak Sawah mulai menegaskan posisinya sebagai ruang pertemuan antara pelestarian budaya, pendidikan karakter generasi muda, dan pengembangan ekonomi wisata berbasis masyarakat. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, Ramadesa berpeluang menjadi agenda budaya yang memperkaya kalender pariwisata Kabupaten Sleman.

Baca juga  Facial Nyaman hingga Treatment dengan Tindakan Dokter, Revelin Aesthetic Hadirkan Perawatan Sesuai Kebutuhan Kulit

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

Berita Terbaru

SaveClip
Blue Butter Jogja Viral karena Punya Kucing Raksasa, Ini 3 Lokasinya
muhammad-daudy-URI6ZQT0RME-unsplash
Daftar UMK DIY 2026 Terbaru, Kota Yogyakarta Tertinggi Rp2,82 Juta
Jogja-Coffee-Week-2026
Jogja Coffee Week #6 Digelar 4โ€“6 September 2026, Hadirkan Kompetisi hingga 13 Eksibitor Jepang
images (4)
Panduan Rute ke On The Rock Jogja, Wisata Tebing dengan View Laut Gunungkidul
IMG_20260903_165347_213
Polemik Tabung Oranye di Aksi UGM, Relawan Ungkap Isi Sebenarnya

Pilihan Editor

SaveClip

Blue Butter Jogja Viral karena Punya Kucing Raksasa, Ini 3 Lokasinya

muhammad-daudy-URI6ZQT0RME-unsplash

Daftar UMK DIY 2026 Terbaru, Kota Yogyakarta Tertinggi Rp2,82 Juta

Jogja-Coffee-Week-2026

Jogja Coffee Week #6 Digelar 4โ€“6 September 2026, Hadirkan Kompetisi hingga 13 Eksibitor Jepang

images (4)

Panduan Rute ke On The Rock Jogja, Wisata Tebing dengan View Laut Gunungkidul

IMG_20260903_165347_213

Polemik Tabung Oranye di Aksi UGM, Relawan Ungkap Isi Sebenarnya

Artikel Populer

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Perbedaan Lengkap KUR BRI dan Non-KUR BRI: Pilih Skema Pinjaman yang Paling Tepat untuk Usaha Anda

IMG_20260811_052315_072

Vaksinasi Rabies Gratis di Kota Yogyakarta, Ini Jadwal dan Lokasinya

6091245507251475117

Wayang Kayon Ki Lutfi Diteliti sebagai Media Dakwah Kultural Jawa, Libatkan Akademisi hingga Seniman