TUGU JOGJA – Taman Sari Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kompleks taman air peninggalan Kesultanan Yogyakarta yang memiliki arsitektur bersejarah.
Di balik bangunan yang kini menjadi destinasi wisata tersebut, terdapat lorong bawah tanah yang memunculkan berbagai cerita dan legenda, termasuk mitos tentang jalur rahasia menuju Pantai Selatan serta fungsi terowongan sebagai akses pertahanan menuju Keraton Yogyakarta.
Keberadaan terowongan atau Sumur Gumuling menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian wisatawan ketika mengunjungi kawasan Taman Sari.
Lorong-lorong bawah tanah peninggalan masa lalu itu hingga kini masih dikaitkan dengan sejumlah kisah yang berkembang di tengah masyarakat.
Dan untuk mengetahuinya lebih dalam, berdasarkan informasi yang dihimpun Tugujogja.id, berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Sejarah Taman Sari sebagai Tempat Peristirahatan Keluarga Keraton
Taman Sari pada masa lalu dibangun sebagai kawasan khusus yang digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga Kesultanan Yogyakarta. Kompleks tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan kerajaan pada masa kejayaannya.
Raja dan keluarga kerajaan menggunakan kawasan ini untuk bersantai, berenang, serta menikmati berbagai fasilitas rekreasi yang tersedia di dalam kompleks.
Seiring perjalanan waktu, sebagian bangunan Taman Sari mengalami perubahan dan tidak lagi digunakan seperti pada masa kerajaan.
Kawasan yang tersisa kemudian menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Namun, selain nilai sejarah dan arsitekturnya, Taman Sari juga dikenal memiliki berbagai cerita yang berkembang di masyarakat.
Salah satu bagian yang paling sering dikaitkan dengan kisah misteri adalah lorong bawah tanah yang berada di kawasan tersebut.
Mitos Terowongan Taman Sari hingga Pantai Selatan
Salah satu legenda yang paling dikenal berkaitan dengan terowongan Taman Sari adalah cerita mengenai hubungannya dengan Pantai Selatan.
Berdasarkan catatan pada laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, berkembang legenda yang menyebutkan bahwa lorong bawah tanah di kawasan Taman Sari tidak memiliki ujung yang diketahui secara pasti.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat, lorong tersebut dipercaya memiliki jalur yang dapat terhubung hingga Pantai Selatan.
Kisah ini kemudian dikaitkan dengan keberadaan penguasa Laut Selatan dalam kepercayaan masyarakat Jawa.
Menurut cerita tutur yang berkembang, terowongan tersebut disebut sebagai jalur gaib atau jalan khusus yang digunakan Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyi Roro Kidul.
Sosok Nyi Roro Kidul dalam legenda tersebut dipercaya memiliki hubungan spiritual dengan raja-raja yang bertakhta di Kasultanan Yogyakarta.
Dalam cerita yang beredar, hubungan tersebut bahkan digambarkan sebagai “istri gaib” bagi para raja.
Kisah mengenai hubungan antara Taman Sari, lorong bawah tanah, dan Pantai Selatan kemudian menjadi salah satu bagian dari cerita misteri yang melekat pada kawasan bersejarah tersebut.
Terowongan Disebut sebagai Jalan Rahasia Menuju Keraton
Di luar kisah mistis, terdapat pula penjelasan lain mengenai fungsi lorong bawah tanah Taman Sari yang berkaitan dengan kepentingan kerajaan.
Masih berdasarkan sumber Dinas Kebudayaan DIY, diketahui bahwa lorong-lorong yang berada di bawah kawasan Taman Sari konon memiliki fungsi spesifik yakni sebagai jalan rahasia bawah tanah yang menghubungkan kawasan Taman Sari dengan bagian dalam Keraton Yogyakarta.
Hal ini sering kali dikatikan dengan kebutuhan keselamatan raja dan keluarga kerajaan. Jalur bawah tanah itu disebut disiapkan sebagai akses evakuasi apabila terjadi serangan musuh atau keadaan darurat.
Dengan fungsi tersebut, keberadaan lorong tidak hanya dapat dipandang sebagai bagian dari kompleks rekreasi kerajaan.
Terowongan juga memiliki kaitan dengan sistem keamanan dan pertahanan yang dibutuhkan lingkungan kerajaan pada masa lalu.
Dua Cerita yang Membentuk Misteri Taman Sari
Kisah mengenai terowongan Taman Sari kemudian berkembang melalui dua sudut pandang yang berbeda. Satu sisi berkaitan dengan legenda dan kepercayaan masyarakat mengenai hubungan Sultan Yogyakarta dengan penguasa Laut Selatan.
Sementara itu, sisi lainnya berkaitan dengan fungsi praktis terowongan sebagai bagian dari sistem pertahanan dan jalur evakuasi kerajaan.
Perpaduan antara sejarah, arsitektur, dan cerita tutur tersebut membuat lorong bawah tanah Taman Sari memiliki daya tarik tersendiri.
Bagi wisatawan, kawasan ini tidak hanya menawarkan peninggalan bangunan masa lalu, tetapi juga cerita yang menyertai keberadaannya.
Berbagai kisah tersebut menjadi bagian dari narasi yang terus melekat pada Taman Sari hingga sekarang.
Terowongan Taman Sari Kini Menjadi Daya Tarik Wisata Sejarah
Terlepas dari berbagai legenda yang berkembang, Taman Sari saat ini telah menjadi salah satu objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sisa bangunan dan lorong yang masih dapat dijumpai menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut. Arsitektur peninggalan masa Kesultanan Yogyakarta juga membuat Taman Sari memiliki karakter yang kuat sebagai kawasan bersejarah.
Keberadaan terowongan semakin memperkaya cerita yang melekat pada destinasi tersebut. Mitos mengenai jalur menuju Pantai Selatan dan cerita tentang jalan rahasia menuju Keraton Yogyakarta menjadi bagian dari kisah yang membuat Taman Sari tetap menarik untuk ditelusuri.
Dengan demikian, misteri Terowongan Taman Sari Jogja tidak hanya berkaitan dengan cerita gaib yang berkembang di masyarakat.
Dan di balik legenda itu, terdapat pula kisah mengenai sejarah kawasan, kehidupan keluarga kerajaan, serta dugaan fungsi pertahanan yang menjadikan lorong bawah tanah sebagai bagian penting dari sejarah Taman Sari.
Nah, itu tadi penjelasan soal sejarah dan misteri di balik Terowongan Taman Sari di Yogyakarta.***