
TUGUJOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta resmi memulai proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2025/2026 pada Rabu, 12 Juni 2025. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta membuka sebanyak 3.456 kuota untuk 16 SMP Negeri.
Kepala Bidang Pendidik, Tenaga Kependidikan, Data dan Sistem Informasi Dindikpora Kota Yogyakarta, Mannarima, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini membawa sejumlah perubahan signifikan.
Jalur Afirmasi
Ia menegaskan bahwa mekanisme jalur penerimaan hampir serupa dengan tahun lalu. Namun, pihaknya menyempurnakan sistem dan mengganti penamaan dari sebelumnya PPDB menjadi SPMB.
“Dulu namanya PPDB. Untuk jalurnya kurang lebih sama, tetapi ada perubahan dalam penyebutan dan proporsi daya tampung. Misalnya, untuk jalur afirmasi Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS) yang dulu dikenal sebagai Kartu Menuju Sejahtera (KMS), kini kami alokasikan 15 persen dari total kuota. Tahun lalu hanya 11 persen,” ujar Mannarima di Kantor Dindikpora Kota Yogyakarta, Jumat (13/6/2025).
Mannarima menambahkan bahwa semua calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur afirmasi KSJPS akan diterima. Ia menjelaskan dinas akan mencocokkan data peserta program perlindungan sosial.
“Kami menjamin seluruh peserta jalur KSJPS diterima karena data yang kami miliki menunjukkan daya tampung melebihi jumlah pendaftar dari kelompok tersebut,” tegasnya.
Selain jalur KSJPS, ada juga jalur afirmasi bagi penyandang disabilitas dengan alokasi 5 persen dari total kursi.
Jalur Lain SPMB Yogyakarta 2025
Jalur domisili juga tetap tersedia dan terbagi dalam dua kategori: radius 10 persen dan wilayah domisili sebesar 40 persen. Dindikpora juga mengakomodasi jalur prestasi khusus sebesar 5 persen untuk peserta dengan prestasi tingkat nasional.
“Untuk jalur prestasi lainnya, kami sediakan 10 persen untuk prestasi akademik, dan 10 persen untuk prestasi umum yang khusus dibuka untuk peserta luar daerah. Kami juga membuka jalur mutasi dan kemaslahatan guru sebesar 5 persen,” rinci Mannarima.
Dinas turut memperbarui dan memvalidasi tabel jarak domisili untuk menjamin keadilan dalam seleksi berdasarkan kedekatan tempat tinggal. Mannarima menyebut pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk memastikan penghitungan jarak dari titik tengah RW ke sekolah lebih akurat.
“Kami ingin mencegah peserta didik salah memilih sekolah padahal nilainya bisa bersaing di sekolah lain melalui jalur yang sesuai. Maka, tahun ini kami beri kesempatan kepada peserta untuk mengubah pilihan sekolah selama masa pendaftaran masih berlangsung sesuai jalur yang mereka pilih,” tandasnya.
Dindikpora juga membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Seluruh informasi SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 dapat masyarakat akses melalui situs resmi yogya.spmb.id.
Selain itu, mereka menyediakan layanan interaktif WhatsApp di nomor +62 895-3663-22211. Kemudian, mereka membuka Posko SPMB di Lantai 1 Kantor Dindikpora Kota Yogyakarta.
Dengan sistem semakin transparan, berbasis data, dan inklusif, Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan serta latar belakang sosialnya. (ef linangkung)