Tak Ikut TKAD, Sejumlah Santri Kesulitan Bersaing Masuk Sekolah Negeri di SPMB 2026 Gunungkidul

Bagikan :
Sejumlah lulusan pondok pesantren di Gunungkidul menghadapi kendala dalam SPMB 2026 karena tidak memiliki nilai TKAD sebagai tambahan poin seleksi. (TJ)

TUGUJOGJA – Sejumlah lulusan pondok pesantren di Kabupaten Gunungkidul menghadapi kendala dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 setelah tidak memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD), yang dapat menjadi komponen penambah nilai dalam seleksi masuk SMA maupun SMK negeri.

Salah satunya dialami H, siswi asal wilayah timur Gunungkidul yang berharap dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri yang lokasinya dekat dengan rumah.

Namun, dalam proses pendaftaran, H menyadari nilai yang dimilikinya tidak cukup kompetitif untuk bersaing dengan peserta lain yang memiliki tambahan poin dari TKAD.

Menurut keterangan keluarganya, H merupakan lulusan pendidikan setingkat SMP di sebuah pondok pesantren di Kapanewon Playen. Selama menempuh pendidikan, ia hanya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sementara TKAD tidak diikuti.

Akibatnya, saat nilai TKAD digunakan sebagai komponen tambahan dalam SPMB 2026, H tidak memperoleh tambahan poin seperti peserta lain.

“Lha pondok itu ndak ikutkan santrinya TKAD. Ndak tahu itu gimana,” ujar M, ibu H.

Orang Tua Pertanyakan Kebijakan Pondok

Kondisi tersebut mendorong M meminta penjelasan kepada pihak pondok pesantren mengenai alasan para santri tidak diikutsertakan dalam TKAD.

Baca juga  Kecelakaan Tunggal di Jalan Bantul, SUV Tabrak Tiang Listrik dan Kios Jamu Akibat Microsleep

Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, salah seorang ustadzah menyampaikan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pendidikan santri di lingkungan pondok pesantren yang sama.

Keterangan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan wali santri, mengingat dampaknya terhadap peluang siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

Kemenag Akan Berkoordinasi

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotib, mengaku belum menerima laporan terkait adanya pondok pesantren yang tidak mengikutsertakan santrinya dalam TKAD.

Ia juga menyebut masih perlu memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme TKA maupun TKAD dalam sistem pendidikan saat ini.

“Terus terang kalau di dunia pendidikan itu ada TKA dan TKAD. Nanti saya konfirmasi Bu Kadis Pendidikan, Bu Nunuk,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Mukotib menegaskan bahwa apabila terdapat program yang memang harus dilaksanakan dalam satuan pendidikan, maka pelaksanaannya perlu dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Gunungkidul untuk memperoleh penjelasan lebih lengkap terkait persoalan tersebut.

Nilai TKAD Tidak Wajib, tetapi Berpengaruh

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa TKA bersifat wajib, sedangkan TKAD bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

Baca juga  Sering Muncul Berita Negatif, Bupati Endah Siap Lakukan Rebranding Dinas Pendidikan dan Kesehatan di Gunungkidul

Meski demikian, nilai TKAD dapat menjadi tambahan poin yang memengaruhi hasil seleksi pada jenjang pendidikan berikutnya.

Nunuk mengatakan pihaknya telah menyosialisasikan konsekuensi tersebut kepada seluruh satuan pendidikan sebelum pelaksanaan TKAD.

“Saya sudah sosialisasikan bahwa jika tidak ikut TKAD maka nilainya menjadi sedikit lebih rendah dibandingkan siswa lain yang ikut TKAD. Saya sudah sosialisasikan konsekuensinya seperti itu ke satuan pendidikan,” tuturnya.

Menurut Nunuk, siswa yang tidak mengikuti TKAD tetap dapat mengikuti SPMB, tetapi harus bersaing tanpa tambahan nilai yang dimiliki peserta lain.

Jadi Perhatian dalam SPMB 2026

Kondisi tersebut kini dirasakan sejumlah lulusan pondok pesantren yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.

Dalam persaingan SPMB yang ketat, tambahan beberapa poin dari TKAD dapat menjadi faktor pembeda dalam proses seleksi.

Dinas Pendidikan menilai situasi tersebut merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diambil masing-masing satuan pendidikan terkait keikutsertaan peserta didik dalam TKAD.

Sementara itu, sejumlah orang tua berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi agar peserta didik memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai dampak keputusan tidak mengikuti TKAD terhadap peluang melanjutkan pendidikan.

Baca juga  Hasto Wardoyo Ancam Evaluasi dan Copot Kepala Sekolah, Perolehan Siswa SPMB 2026 jadi Tolok Ukur Kinerja

slot gacor

toto togel

situs togel

link slot

toto togel

situs slot

toto togel

toto togel

situs hk pools

situs slot gacor

toto togel

situs slot gacor

situs togel

situs togel

slot gacor

toto togel

situs slot

situs hk pools

situs hk pools

situs togel

situs togel

toto togel

situs togel

situs slot

situs slot

jakartahoki

toto togel

situs slot

toto togel

slot gacor

toto togel

toto togel

toto togel

slot gacor

slot gacor

toto slot

situs slot gacor

Berita Terbaru

tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup
hb-x
Sri Sultan HB X Terima Dubes Qatar, DIY Sambut Delegasi Seni Peringati 50 Tahun Hubungan RI-Qatar
pp-qatar
Muhammadiyah dan Qatar Jalin Kolaborasi Pendidikan hingga Lapangan Kerja, Dimulai dari Yogyakarta
melon sumberharjo
BUMKal Sumberharjo Sleman Panen Melon Premium Perdana, Lahan Tidur Disulap Jadi Penggerak Ekonomi Desa
6305380052505399873
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Bantul Hari Ini, Jembatan Winongo Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Sedang Banyak Dibaca

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah