
TUGUJOGJA – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Yogyakarta pada Senin sore, 16 Februari 2026. Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak siang hari itu mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah, termasuk robohnya atap Asrama IKPM Musi Banyuasin di Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan mulai turun pada pukul 13.47 WIB dengan intensitas tinggi. Angin kencang yang menyertai hujan meningkatkan risiko pohon tumbang serta kerusakan pada bangunan, khususnya bagian atap.
Beberapa kemantren yang masuk dalam pemantauan cuaca ekstrem antara lain Tegalrejo, Jetis, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, dan Kraton. Intensitas hujan yang tinggi memicu sejumlah gangguan di kawasan padat permukiman.
Atap Asrama Roboh Sekitar Pukul 14.00 WIB
Peristiwa robohnya atap terjadi di Jalan Tunjung, Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman. Bangunan yang terdampak merupakan Asrama IKPM Musi Banyuasin milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.
“Kami menerima laporan kejadian atap roboh di Asrama IKPM Musi Banyuasin. Kondisi atap yang terdampak memiliki volume sekitar 5 x 15 meter,” ujar Nur Hidayat.
Bagian atap yang ambruk membuka sebagian besar struktur bangunan. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan masuk langsung ke dalam kamar-kamar penghuni asrama.
Empat Mahasiswa Luka Ringan, 16 Penghuni Dievakuasi
Insiden tersebut mengakibatkan empat mahasiswa penghuni asrama mengalami luka ringan. Petugas memberikan penanganan medis di lokasi dan memastikan kondisi para korban dalam keadaan stabil.
Sebanyak 16 penghuni yang menempati 10 kamar di asrama tersebut dinyatakan terdampak. Seluruhnya kemudian dievakuasi untuk menghindari risiko lanjutan akibat kondisi bangunan yang tidak aman.
“Ada 16 orang yang terdampak. Saat ini seluruh penghuni asrama sudah kami evakuasi menuju Asrama Randik Putri yang berlokasi di Jalan Melati Wetan, Baciro,” kata Nur Hidayat.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Yogyakarta, personel Koramil, Polsek Gondokusuman, dan Linmas setempat.
Petugas juga membantu mengamankan barang-barang penting milik mahasiswa serta memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di dalam bangunan.
BPBD Lakukan Assessment dan Penanganan Darurat
Hingga sore hari, BPBD Kota Yogyakarta bersama unsur terkait masih melakukan assessment untuk menghitung total kerugian akibat kejadian tersebut. Petugas juga memeriksa kondisi struktur bangunan yang tersisa guna memastikan keamanan lokasi.
Data sementara di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak berupa dua lembar terpal berukuran 6 x 8 meter. Terpal tersebut akan digunakan untuk menutup bagian bangunan yang terbuka agar tidak terkena hujan susulan.
Petugas terus memantau perkembangan cuaca karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi hingga sore dan malam hari.
Pemerintah Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Warga diminta memeriksa kondisi atap rumah, memangkas ranting pohon yang rawan patah, serta menghindari berteduh di bawah baliho atau pohon besar saat hujan deras dan angin kencang berlangsung.
Peristiwa robohnya atap Asrama IKPM Musi Banyuasin terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta.
BPBD dan unsur terkait masih melakukan pemantauan serta penanganan lanjutan di lokasi kejadian.