Dapat Izin Pinjam Pakai, Pemkot Yogyakarta Bakal Sulap Lapangan Minggiran Jadi Ruang Publik Modern dan Hijau

Bagikan :
Pemkot Yogyakarta resmi tangani Lapangan Minggiran, siap ditata menjadi ruang publik hijau. (Ist)

TUGUJOGJA โ€” Pemerintah Kota Yogyakarta resmi mengantongi izin pinjam pakai Lapangan Minggiran dari Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan izin ini, Pemkot berkomitmen mengubah wajah lapangan yang sempat kumuh menjadi ruang publik yang bersih, hijau, dan tertata rapi.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan langkah ini sebagai bentuk nyata komitmen Pemkot menghadirkan kembali fungsi Lapangan Minggiran sebagai ruang terbuka hijau dan tempat aktivitas masyarakat.

Langkah Nyata Menghidupkan Ruang Publik yang Terlupakan

Udara pagi di kawasan Minggiran terasa berbeda ketika Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turun langsung memimpin kegiatan kerja bakti.

Ia berdiri di tengah lapangan yang selama ini tampak kotor dan kurang terawat. Dengan nada tegas, Hasto menyatakan tekadnya untuk menata ulang kawasan tersebut.

โ€œLapangan ini menurut saya kumuh dan kotor. Karena itu, kami bersurat ke provinsi untuk meminjam aset ini. Alhamdulillah, per tanggal 22 September kemarin, Pemerintah Provinsi DIY resmi meminjampakai Lapangan Minggiran kepada kami selama lima tahun ke depan. Sekarang, kami punya hak penuh untuk menata dan membersihkannya,โ€ ungkapnya.

Baca juga  Jadwal Tri Hari Suci Paskah 2025 di Jogja: Gereja Kotabaru, Ganjuran hingga Baciro

Penyerahan aset tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Yogyakarta. Setelah bertahun-tahun terbengkalai, Lapangan Minggiran akhirnya akan kembali hidup sebagai ruang publik yang fungsional.

Hasto menegaskan, Pemkot akan menyiapkan anggaran penataan menyeluruh pada tahun 2026. Namun, pembersihan dan penertiban akan dilakukan sejak sekarang. Ia menolak keras perilaku membakar atau membuang sampah di area lapangan.

โ€œSebelum penataan besar dilakukan, kawasan ini harus bersih dulu. Jangan ada lagi yang membuang sampah di sini. Lapangan ini bukan tempat sampah, tapi tempat olahraga dan kegiatan masyarakat,โ€ tegasnya.

Selain pembersihan, Pemkot juga menyiapkan sejumlah program pengembangan kawasan. Mulai dari pemasangan CCTV untuk keamanan, pembuatan empat titik biopori di setiap sudut lapangan untuk mengolah sisa makanan menjadi kompos, hingga penambahan penerangan dan penghijauan pada tahun 2026.

โ€œInsyaallah, semua itu akan kami realisasikan. Kami ingin Lapangan Minggiran menjadi ruang publik yang aman, hijau, tertata, dan membanggakan warga Kota Yogyakarta,โ€ ujar Hasto.

Partisipasi Warga dan Respons Pedagang

Dalam arahannya, Hasto juga menyerukan partisipasi warga sekitar dan lembaga pendidikan di kawasan Minggiran. Ia meminta agar sekolah-sekolah aktif mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca juga  Link Logo HUT UUK Jogja 2025, Download Desain Resmi Peringatan ke-13

โ€œMasa alun-alun ini kok dianggap tempat buang sampah? Ini kan untuk olahraga dan kegiatan warga. Saya minta semua pihak ikut menjaga. Kalau ada yang membakar atau membuang sampah sembarangan, laporkan langsung ke saya,โ€ tegasnya lagi, menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menegakkan disiplin kebersihan.

Hasto juga menyoroti keberadaan pergola yang selama ini digunakan sebagian pedagang untuk berjualan. Ia menegaskan bahwa fungsi pergola sebenarnya untuk tanaman rambat dan penghijauan.

โ€œPergola itu bukan lapak dagang. Nanti kami tata ulang supaya fungsi utamanya kembali sebagai elemen hijau, tapi tetap bisa mendukung aktivitas ekonomi warga secara tertib dan teratur,โ€ jelasnya.

Langkah Pemkot Yogyakarta mendapat sambutan positif dari warga dan pedagang sekitar. Salah satunya Susanti, penjual angkringan yang sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir Lapangan Minggiran.

โ€œSenang sekali kalau lapangan ini dibersihkan dan ditata. Jadi lebih rapi dan enak buat olahraga. Tapi kami juga berharap ada kepastian tempat untuk berdagang, supaya tetap bisa ikut mencari nafkah dengan tertib,โ€ ungkapnya.

Baca juga  Mudah! Cara Perpanjang SIM Online 2025 Tanpa ke Satpas, SIM Langsung sampai Rumah

Susanti menambahkan bahwa para pedagang siap mendukung upaya Pemkot dengan menjaga kebersihan lapak masing-masing. Dia siap ikut kerja bakti dan menjaga lingkungan.

“Yang penting kami ditata, diberi tempat yang jelas, dan dilibatkan dalam proses penataan,โ€ imbuhnya.

Transformasi Lapangan Minggiran menjadi simbol upaya Pemkot Yogyakarta membangun ruang publik yang humanis dan berkelanjutan. Bukan sekadar tempat olahraga, lapangan ini akan menjadi ruang interaksi sosial, rekreasi, dan edukasi lingkungan.

Langkah revitalisasi Lapangan Minggiran diharapkan menjadi inspirasi bagi pengelolaan ruang publik lain di Kota Yogyakarta.

โ€œLapangan ini akan menjadi contoh bahwa ruang publik bisa bersih, hijau, dan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Asal semua pihak mau menjaga, Yogyakarta akan semakin indah dan layak huni,โ€ tutup Hasto.

link resmi sangkarbet

sangkarbet resmi

link gacor

sangkarbet

slot maxwin

slot gacor

slot gacor

situs toto

situs togel terpercaya

sangkarbet

slot resmi

Situs Togel Resmi SANGKARBET

togel online

togel pasti bayar

pasti bayar

slot resmi

toto togel

slot online

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

Berita Terbaru

6066409343466279578
Meninjau Ulang Kanonisasi Sastra di Era Kontemporer: Sorotan Seminar Nasional FSY 2026
FYlqPpu1DLfMyPua0JADm8NmP2ajx1AcGNKPyoHN
Festival Sastra Yogyakarta 2026: Saat Sastra Dipandang sebagai Sebuah โ€œLakuโ€
kai-penumpang-hut
Long Weekend Kemerdekaan, 204.179 Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta
penghargaan
Lagu Tampil di Istana Negara Dapat Pencatatan Hak Cipta, Hari Pengayoman ke-81 di DIY Jadi Momentum Perlindungan Karya
Indonesia-Custom-Show
Indonesia Custom Show 2026 SIAP Guncang Jogja Expo Center: Festival Otomotif dan Gaya Hidup Terbesar Siap Digelar 21-23 Agustus

Pilihan Editor

6066409343466279578

Meninjau Ulang Kanonisasi Sastra di Era Kontemporer: Sorotan Seminar Nasional FSY 2026

FYlqPpu1DLfMyPua0JADm8NmP2ajx1AcGNKPyoHN

Festival Sastra Yogyakarta 2026: Saat Sastra Dipandang sebagai Sebuah โ€œLakuโ€

kai-penumpang-hut

Long Weekend Kemerdekaan, 204.179 Penumpang Gunakan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta

penghargaan

Lagu Tampil di Istana Negara Dapat Pencatatan Hak Cipta, Hari Pengayoman ke-81 di DIY Jadi Momentum Perlindungan Karya

Indonesia-Custom-Show

Indonesia Custom Show 2026 SIAP Guncang Jogja Expo Center: Festival Otomotif dan Gaya Hidup Terbesar Siap Digelar 21-23 Agustus

Artikel Populer

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

13161fad-15d0-435d-9ba6-35c0a9338d44

Sekaten 2026 Digelar Sederhana, Masyarakat Dapat Kesempatan Langka Saksikan Miyos Gangsa di Keraton Yogyakarta

IMG_20260811_052315_072

Vaksinasi Rabies Gratis di Kota Yogyakarta, Ini Jadwal dan Lokasinya

jefferson-santos-fCEJGBzAkrU-unsplash

Lirik dan Makna Lagu โ€œLu Kenal Veronika Koโ€ yang Viral di TikTok, Ternyata Penuh Sindiran Sosial