Geger Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Sri Sultan Tegaskan Tak Ada Tempat untuk Kekerasan di Yogyakarta!

Bagikan :
Ilustrasi Pernyataan Sri Sultan tentang Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha/Foto: Freepik

TUGUJOGJA– Gelombang keprihatinan menyelimuti Daerah Istimewa Yogyakarta setelah terungkapnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, langsung angkat bicara dengan nada tegas dan penuh penyesalan. Ia memastikan bahwa Yogyakarta tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan, terlebih yang menyasar anak-anak.

Sultan menegaskan komitmen saat ditemui di Kompleks Kepatihan pada Senin (27/04). Ia menyampaikan harapan kuat agar peristiwa ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir di wilayah yang dikenal sebagai kota pendidikan tersebut.

“Harapan saya, itu yang pertama dan terakhir. Karena di Jogja itu kita tidak senang dengan kekerasan,” ujar Sultan dengan nada serius.

Langkah Cepat Pemerintah tentang Kasus Kekerasan Little Aresha

Sri Sultan tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan pendalaman menyeluruh terkait latar belakang terjadinya kekerasan di daycare tersebut.

Bahkan, ia menjadwalkan pertemuan khusus dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY pada Selasa (28/04) untuk mendapatkan laporan detail serta memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah DIY dalam merespons kasus yang menyita perhatian publik. Di tengah proses hukum yang berjalan, Sultan juga meminta masyarakat untuk tetap menghormati mekanisme hukum dan tidak berspekulasi.

Baca juga  Prediksi 1.047.058 Penumpang Selama Nataru 2025/2026, KAI Daop 6 Yogyakarta Siagakan 342 Petugas Pengamanan dan 28 Customer Service Mobile

“Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi sudah melakukan penelitian. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses hukum yang berlaku,” tegasnya.

Penetapan 13 tersangka oleh aparat kepolisian menjadi titik penting dalam pengusutan kasus ini. Sultan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum tersebut. Namun, di sisi lain, perhatian utama pemerintah tetap tertuju pada kondisi para korban.

Sejak awal kasus mencuat, Pemda DIY langsung bergerak memberikan perlindungan kepada anak-anak yang terdampak. Upaya ini tidak hanya mencakup aspek keamanan, tetapi juga pemulihan kesehatan fisik dan psikis korban.

“Kita otomatis melakukan perlindungan untuk anak-anak. Kita juga memastikan mereka mendapatkan pengobatan, baik secara fisik maupun psikis. Langkah ini sudah kita ambil sejak awal,” jelas Sultan.

Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa operasional daycare tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.

“Ini bukan sekadar komersialisasi. Yang paling penting adalah tanggung jawab moral dan kepercayaan, karena yang kita bicarakan adalah anak-anak,” ujarnya.

Baca juga  Disenggol Truk, Emak-Emak Terlempar ke Jurang di Jalan Semin–Karangmojo: Upaya Menyalip Berujung Petaka

Ni Made menilai kasus ini sebagai peringatan keras bagi seluruh pelaku usaha penitipan anak agar lebih mengedepankan aspek keselamatan dan kesejahteraan anak.

Pendampingan Korban dan Kolaborasi Lintas Instansi

Pemerintah Daerah DIY juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Yogyakarta, untuk memastikan korban dan keluarga mendapatkan pendampingan maksimal. Pendampingan ini mencakup aspek psikologis, hukum, hingga sosial.

“Kasus ini sudah masuk ranah hukum, jadi kita ikuti prosesnya. Tapi untuk korban, baik anak maupun keluarga, pendampingan itu sangat penting dan sudah kita lakukan bersama,” jelas Ni Made.

Trauma yang dialami korban menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya bisa berlangsung jangka panjang jika tidak ditangani secara serius.

Sebagai langkah preventif, Pemda DIY berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional daycare di wilayahnya. Evaluasi ini akan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Dinas Pendidikan, DP3AP2, hingga Dinas Perizinan.

Fokus utama evaluasi mencakup Legalitas dan izin operasional, Kualifikasi tenaga pengasuh dan Standar keamanan serta perlindungan anak. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat sistem pengawasan di tingkat kabupaten/kota. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pembentukan unit khusus untuk melakukan inspeksi rutin.

Baca juga  Kilas Balik Demo Mapolda DIY: Aksi Massa Berujung Chaos hingga Sri Sultan Turun Tangan

“Pengawasan harus lebih mendalam. Kita akan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan instrumen yang ada sudah efektif atau perlu diperkuat,” tegas Ni Made.

Harapan Besar: Jangan Terulang Lagi

Kasus kekerasan di daycare Little Aresha menjadi alarm keras bagi semua pihak. Pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha di bidang penitipan anak dituntut untuk lebih waspada dan bertanggung jawab.

Sri Sultan kembali menegaskan harapannya agar tragedi ini tidak terulang, demi menjaga Yogyakarta sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dengan langkah hukum yang berjalan, perlindungan korban yang diperkuat, serta evaluasi sistem yang menyeluruh, DIY berupaya bangkit dari peristiwa ini dengan komitmen yang lebih kuat: menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas utama. (ef linangkung)

Berita Terbaru

6305554191954416028
Sadis! Siswa SMA di Bantul Tewas Dikeroyok, Otak Komplotan Tusuk 14 Kali, Sundut Kemaluan dengan Rokok, hingga Lindas Kepala Korban
6305554191954416012
Polisi Tangkap 7 Pelaku Pengeroyokan Siswa SMAN 1 Bambanglipuro, Ungkap Persembunyian Safe House Geng Pelajar di Cilacap
fajar-grinanda-Fq22SDBudRA-unsplash
Titik Lokasi Demo Hari Buruh di Jogja 1 Mei 2026, Adakah Rekayasa Lalu Lintas?
rafli-firmansyah-zOdl73XTltw-unsplash
Isi Tuntutan Demo Hari Buruh 1 Mei 2026 di Sejumlah Kota: UU Perampasan Aset hingga Hak Pekerja
6305069324506435503
KPAI Sebut Lebih dari 100 Anak Terdampak Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Terindikasi Kekerasan Sistematis

TERPOPULER

devin-pickell-1eRS74C-alQ-unsplash (2)
Cara Cek NISN Online 2026 di Laman Kemdikbud, Ini Link Resmi, Fungsi, dan Kaitannya dengan PIP
vitaly-gariev-0NThr2qkxao-unsplash
Contoh Soal TKA-ASPD IPA Kelas VI SD/MI 2026 Lengkap dengan Pembahasan dan Tips Persiapan
hansjorg-keller-p7av1ZhKGBQ-unsplash
Daftar Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Terbaru April 2026: Siapa Saja yang Diganti?
brian-jones-xLBNRz5Fy78-unsplash
Manager KDMP Status Kontrak atau Tetap? Ini Penjelasan Lengkap Skema Kerja dan Gajinya
iqbalstock-cash-7406000_1280
Skema Gaji Manager Koperasi Merah Putih Dari Mana? Ini Daftar Lengkapnya