
TUGUJOGJA– PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat pergerakan penumpang kereta api jarak jauh mencapai angka fantastis, yakni 66.257 orang pada H+4 Lebaran atau Rabu (25/3).
Lonjakan ini sekaligus menandai fase krusial dalam periode Angkutan Lebaran yang kini memasuki hari ke-15. Data sementara hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan dinamika pergerakan penumpang masih sangat tinggi.
Catatan Penumpang H+4 Lebaran 2026
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah kedatangan penumpang mencapai 33.260 orang. Sementara itu, volume keberangkatan hampir menyamai angka tersebut dengan total 32.997 penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 6.
KAI menegaskan bahwa angka ini masih akan terus bergerak karena penjualan tiket berlangsung hingga malam hari.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa pihaknya melihat puncak pergerakan penumpang mulai terjadi hari ini.
Ia menyebutkan bahwa lonjakan kedatangan penumpang pada H+4 Lebaran menjadi yang tertinggi sepanjang masa Angkutan Lebaran tahun ini.
“Hari ini kami mencatat jumlah kedatangan tertinggi di wilayah Daop 6 Yogyakarta, yakni mencapai lebih dari 33 ribu penumpang dan masih berpotensi terus bertambah. Di sisi lain, arus balik juga sudah terlihat jelas dengan angka keberangkatan yang menembus 32 ribu penumpang,” ujar Feni.
Ia juga menambahkan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari ini. Namun, pergerakan tersebut masih berpotensi bergeser. Pemerintah sebelumnya mengimbau masyarakat untuk memecah arus balik pada 25 hingga 26 Maret 2026.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang masih berlaku hingga 29 Maret 2026 turut memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi masyarakat.
Dalam hal penjualan tiket, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat capaian yang sangat tinggi. Selama periode Angkutan Lebaran dari 11 Maret hingga 1 April 2026, penjualan tiket telah mencapai 498.610 tiket. Ini setara 93 persen dari total kapasitas 532.830 tempat duduk.
Meski demikian, KAI memastikan masyarakat masih memiliki peluang untuk mendapatkan tiket, dengan sisa 25.359 tempat duduk yang tersedia hingga akhir masa angkutan.
Di tengah lonjakan penumpang ini, sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 6 menjadi pusat aktivitas keberangkatan dan kedatangan. Untuk keberangkatan, Stasiun Yogyakarta mencatat angka tertinggi dengan 10.569 penumpang, Stasiun Solo Balapan sebanyak 7.094 penumpang.
Stasiun Lempuyangan juga menunjukkan angka signifikan dengan 3.884 penumpang, Stasiun Klaten 3.051 penumpang, Stasiun Purwosari 1.638 penumpang, dan Stasiun Wates 1.075 penumpang.
Sementara itu, dari sisi kedatangan, Stasiun Yogyakarta kembali mendominasi dengan 10.689 penumpang. Stasiun Solobalapan mencatat 6.931 penumpang, Stasiun Lempuyangan sebanyak 6.167 penumpang. Stasiun Klaten mencatat 1.667 penumpang, Stasiun Purwosari 1.522 penumpang, dan Stasiun Wates 781 penumpang.
Imbauan KAI
Melihat tingginya mobilitas ini, KAI Daop 6 Yogyakarta terus mengingatkan masyarakat agar segera merencanakan perjalanan arus balik dengan matang.
Feni meminta calon penumpang untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal mitra resmi lainnya.
Selain itu, KAI juga menawarkan solusi alternatif melalui fitur Connecting Train atau kereta persambungan. Fitur ini memberikan opsi perjalanan dengan kombinasi rute bagi penumpang yang kehabisan tiket langsung menuju tujuan akhir.
KAI juga mengimbau seluruh penumpang agar memastikan kembali jadwal keberangkatan kereta dan mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik.
Penumpang sebaiknya datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan. Pastikan perjalanan tetap aman, nyaman, serta lancar di tengah padatnya arus balik Lebaran tahun ini.
Dengan tren pergerakan yang terus meningkat dan sisa tiket yang semakin menipis, momentum H+4 Lebaran 2026 menjadi titik penting bagi masyarakat yang hendak kembali ke kota asal. (ef linangkung)