
TUGUJOGJA— Aktivitas di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) terus menunjukkan tren pemulihan yang sangat signifikan.
Pada H+3 arus mudik tahun 2026, jumlah penumpang hampir menembus angka 17 ribu orang dalam sehari. Lonjakan ini menandai kebangkitan sektor transportasi udara yang semakin kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penumpang Arus Mudik H+3
General Manager YIA, Rully Artha, menegaskan bahwa pihaknya mencatat peningkatan yang sangat mencolok baik dari sisi jumlah penerbangan maupun penumpang.
Ia menyebutkan bahwa kondisi ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara terus meningkat.
“Pada posko tahun 2026, kami mencatat sebanyak 13 pesawat dengan jumlah penumpang mencapai 16.963 orang. Angka ini mendekati 17 ribu penumpang dalam satu hari,” ujar Rully.
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lonjakan ini terlihat sangat dramatis. Pada tahun 2019, YIA hanya melayani 11 pesawat dengan total 874 penumpang.
Sementara itu, pada tahun 2025, jumlah penerbangan meningkat menjadi 79 pesawat dengan total 12.941 penumpang. Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa YIA berhasil mencatat recovery luar biasa dalam kurun waktu tujuh tahun.
Jumlah pesawat mengalami peningkatan hingga 936 persen dari tahun 2019 ke 2026. Lebih mencengangkan lagi, jumlah penumpang melonjak hingga 1.941 persen dalam periode yang sama.
Tidak hanya itu, pertumbuhan dari tahun ke tahun juga menunjukkan tren positif. Dari tahun 2025 ke 2026, jumlah pesawat meningkat sebesar 30 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang juga tumbuh sebesar 31 persen, yang menandakan permintaan perjalanan udara terus mengalami kenaikan.
Upaya YIA
Lonjakan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. YIA secara konsisten meningkatkan kualitas layanan, memperluas kapasitas operasional, serta memperkuat koordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait.
Upaya ini membuahkan hasil dalam bentuk peningkatan kepercayaan publik serta kelancaran arus mudik. Suasana di bandara pun terlihat semakin hidup.
Penumpang memadati area keberangkatan dan kedatangan sejak pagi hari. Petugas bandara bekerja ekstra untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar, mulai dari check-in, pemeriksaan keamanan, hingga boarding.
Rully menambahkan bahwa pihaknya terus mengantisipasi lonjakan penumpang pada hari-hari berikutnya. Ia memastikan seluruh fasilitas dan personel dalam kondisi siap untuk menghadapi puncak arus mudik maupun arus balik.
“Kami terus mengoptimalkan pelayanan agar penumpang tetap merasa aman dan nyaman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal agar proses perjalanan berjalan lancar,” jelasnya.
Dengan tren pertumbuhan yang konsisten dan signifikan ini, YIA semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu gerbang utama transportasi udara di Indonesia.
Momentum ini juga menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Ke depan, YIA diprediksi akan terus mencatat pertumbuhan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan geliat sektor penerbangan nasional yang semakin pulih sepenuhnya. (ef linangkung)