
TUGUJOGJA— Arus balik Lebaran 2026 di wilayah Gunungkidul menunjukkan tren melandai. Data resmi dari posko terminal mencatat bahwa puncak arus balik telah terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Memasuki H+4 atau Rabu, 25 Maret 2026, aktivitas transportasi masih berlangsung dinamis, meski intensitas kendaraan mulai menurun secara signifikan.
Kepala Terminal Tipe C Semin, Reza Fahlevi, menegaskan bahwa pergerakan kendaraan dan penumpang tetap terpantau stabil. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan kelancaran arus balik.
Arus Balik Gunungkidul 2026 Mulai Melandai
Data terbaru per 25 Maret 2026 menunjukkan bahwa Terminal Tipe C Semin mencatat jumlah kedatangan kendaraan sebanyak 12 unit dan keberangkatan juga 12 unit.
Angka ini mengindikasikan keseimbangan arus lalu lintas kendaraan, meski jumlahnya menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada pergerakan penumpang. Sebanyak 35 penumpang tercatat turun (kedatangan), sementara 83 penumpang naik (keberangkatan).
Lonjakan jumlah penumpang yang berangkat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat masih cukup tinggi meskipun puncak arus balik telah terlewati.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (H+4), terjadi penurunan jumlah kendaraan sebesar 25% baik pada kedatangan maupun keberangkatan. Penurunan ini menandakan berkurangnya intensitas armada yang beroperasi.
Sebaliknya, jumlah penumpang justru mengalami peningkatan drastis. Penumpang turun meningkat hingga 250%, sementara penumpang naik melonjak sebesar 43,10%. Fakta ini menunjukkan bahwa kapasitas kendaraan dimanfaatkan lebih optimal oleh masyarakat.
Dalam rentang waktu H-8 hingga H+4, tren yang sama juga terlihat. Jumlah kendaraan mengalami penurunan. Rinciannya adalah kedatangan kendaraan turun 14,81% dan keberangkatan kendaraan turun 9,88%.
Namun, jumlah penumpang kembali menunjukkan lonjakan signifikan. Penumpang turun meningkat 274,38%. Penumpang naik bertambah 11,21%.
Kondisi ini memperlihatkan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat yang cenderung lebih padat dalam satu kendaraan.
Terminal Dhaksinarga Wonosari Catat Aktivitas Tinggi
Sementara itu, aktivitas di Terminal Dhaksinarga Wonosari juga menunjukkan pergerakan yang masih tinggi. Pada Rabu, 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 100 bus datang dengan membawa 1.085 penumpang.
Di sisi lain, jumlah keberangkatan juga mencapai 100 bus dengan total 2.163 penumpang. Data ini menegaskan bahwa arus balik masih berlangsung aktif, terutama untuk keberangkatan menuju kota-kota tujuan.
Puncak arus balik secara resmi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Pada hari tersebut, Terminal Dhaksinarga Wonosari mencatat kedatangan 113 bus dengan 1.097 penumpang dengan keberangkatan: 112 bus dengan 2.563 penumpang
“Lonjakan signifikan pada hari itu menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota perantauan setelah libur Lebaran,” ujarnya.
Meskipun puncak arus balik telah terlampaui, petugas terminal tetap meningkatkan kewaspadaan. Mereka memastikan kelancaran operasional, keamanan penumpang, serta kesiapan armada.
Secara keseluruhan, kondisi arus balik di Gunungkidul tahun ini berjalan relatif lancar dan terkendali. Penurunan jumlah kendaraan tidak mengurangi tingginya mobilitas masyarakat, yang justru menunjukkan efisiensi dalam penggunaan transportasi umum.
Pemerintah dan petugas lapangan terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, sekaligus mematuhi aturan transportasi demi kelancaran bersama. (ef linangkung)