
TUGUJOGJA — Arus balik Lebaran 2026 mulai terlihat di Terminal Tipe A Giwangan, Yogyakarta, sejak hari pertama Idulfitri.
Ribuan penumpang tercatat meninggalkan kota menggunakan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Kepala Terminal Tipe A Giwangan, Sigit Saryanto, menyampaikan bahwa sebanyak 5.396 penumpang berangkat menggunakan 348 armada bus AKAP pada Sabtu (21/3/2026).
Sementara itu, arus kedatangan juga masih tinggi dengan 5.616 penumpang yang tiba menggunakan 336 armada.
“Momentum Lebaran ini memang menjadi puncak arus balik. Kami melihat pergerakan penumpang mulai meningkat sejak hari pertama,” ujar Sigit.
Pergerakan Penumpang Didominasi AKAP
Data terminal menunjukkan bahwa layanan AKAP menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan selama arus balik.
Jumlah penumpang dan armada pada kategori ini jauh lebih tinggi dibandingkan jenis angkutan lainnya.
Untuk layanan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), tercatat 37 armada berangkat dengan 367 penumpang, sementara kedatangan mencapai 34 armada dengan 314 penumpang.
Pada angkutan kota (angkot), tercatat 143 armada berangkat membawa 1.213 penumpang, sedangkan 134 armada datang dengan total 447 penumpang.
Sementara itu, aktivitas bus pariwisata relatif rendah. Hanya tiga armada yang berangkat dengan empat penumpang, serta dua armada datang membawa sebelas penumpang.
Arus Balik Mulai Terbentuk
Peningkatan pergerakan penumpang menunjukkan bahwa arus balik telah dimulai sejak hari pertama Lebaran.
Penumpang didominasi perantau yang kembali ke kota tempat bekerja setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Pergerakan ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring berakhirnya masa libur Lebaran.
Layanan Terminal dan Pengawasan
Pihak Terminal Giwangan memastikan seluruh layanan berjalan dengan lancar selama periode arus balik.
Petugas melakukan pemantauan terhadap pergerakan penumpang serta pengaturan armada yang keluar dan masuk.
Pada Lebaran tahun ini, tidak terdapat program mudik gratis dari pemerintah maupun pihak swasta.
Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih mengandalkan transportasi reguler, terutama bus AKAP.
Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama arus balik Lebaran 2026 berlangsung.