
TUGUJOGJA – Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Giwangan mencapai puncaknya pada 24 hingga 25 Maret 2026 dengan jumlah penumpang menembus puluhan ribu orang per hari.
Pengelola terminal menyebut kondisi tersebut sebagai puncak pergerakan, meski arus penumpang masih berpotensi meningkat hingga akhir pekan.
Kepala UPT Terminal Giwangan Yogyakarta, Sigit Saryanto, menyampaikan bahwa lonjakan signifikan terjadi selama dua hari tersebut. Ia menilai kondisi saat ini mulai menurun, namun belum kembali ke situasi normal.
“Puncak arus balik sudah terjadi pada tanggal 24 dan 25 Maret. Hari ini masih ada peningkatan, tetapi tidak seramai dua hari sebelumnya,” ujar Sigit saat ditemui di Terminal Giwangan, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan bahwa mobilitas masyarakat diperkirakan masih tinggi, terutama menjelang akhir pekan pada 28 dan 29 Maret 2026.
“Potensi lonjakan masih besar pada akhir pekan. Kami memperkirakan terminal akan kembali dipadati penumpang,” tambahnya.
Data menunjukkan, pada 24 Maret 2026, jumlah kedatangan penumpang mencapai 16.424 orang, sementara keberangkatan tercatat 17.640 orang. Aktivitas tersebut mencerminkan tingginya pergerakan di terminal tersebut.
Pada 25 Maret 2026, jumlah keberangkatan meningkat tajam hingga sekitar 26.413 penumpang, sedangkan kedatangan tercatat sekitar 15.120 orang. Angka ini menunjukkan dominasi arus keluar kota dalam periode puncak arus balik.
Ketersediaan Tiket dan Rute Favorit
Secara keseluruhan, selama periode libur Lebaran 2026, Terminal Giwangan mencatat rata-rata pergerakan harian penumpang berkisar antara 10 ribu hingga 12 ribu orang. Pada masa puncak, jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat.
Tingginya permintaan perjalanan berdampak pada ketersediaan tiket bus reguler. Hampir seluruh tiket dari berbagai perusahaan otobus dilaporkan telah habis terjual hingga 29 Maret 2026.
Rute menuju sejumlah kota besar menjadi tujuan utama penumpang. Jalur menuju Jakarta, Denpasar, serta kota-kota di Sumatera seperti Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, dan Lampung mencatat lonjakan permintaan yang signifikan.
Kondisi ini membuat sebagian calon penumpang harus menyesuaikan jadwal perjalanan atau mempertimbangkan alternatif transportasi lain.
Dukungan Program Mudik Gratis dan Antisipasi Lanjutan
Terminal Giwangan juga berperan dalam pemberangkatan program mudik gratis yang diselenggarakan berbagai instansi. Pada Kamis (26/3/2026), sebanyak 32 bus program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diberangkatkan dari terminal tersebut.
Sebanyak 1.415 penumpang diberangkatkan menuju sejumlah terminal di wilayah DKI Jakarta, termasuk Terminal Pulo Gebang dan Terminal Pulo Gadung. Program ini turut membantu mengurangi kepadatan serta memberikan layanan transportasi bagi masyarakat.
Pengelola Terminal Giwangan menyatakan terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi lonjakan lanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus penumpang selama periode arus balik yang masih berlangsung.
Arus balik Lebaran 2026 di Terminal Giwangan menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat masih tinggi meskipun telah melewati puncak awal. Terminal ini tetap menjadi salah satu simpul transportasi darat utama di Yogyakarta dalam momentum mudik dan arus balik.