
TUGUJOGJA – Daftar daycare di Jogja dengan fasilitas CCTV 2026 serta rekomendasi Pemkot Yogyakarta pasca kasus Little Aresha, lengkap dengan kriteria daycare aman.
Kebutuhan akan tempat penitipan anak (daycare) yang aman dan transparan semakin menjadi perhatian orang tua di Yogyakarta. Salah satu aspek penting yang kini menjadi sorotan adalah ketersediaan akses CCTV, terutama setelah mencuatnya kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha.
Pemerintah Kota Yogyakarta pun merespons dengan memperketat standar pengawasan, termasuk mewajibkan setiap daycare menyediakan fasilitas CCTV yang dapat diakses oleh orang tua secara langsung.
Daftar Daycare di Jogja dengan Fasilitas CCTV
Sejumlah daycare di Yogyakarta diketahui telah menyediakan sistem pemantauan berbasis CCTV sebagai bentuk transparansi kepada orang tua. Berikut beberapa di antaranya:
- Kiku Daycare (@kikudaycare.yk1)
Menyediakan layanan pemantauan CCTV secara terus-menerus sehingga orang tua dapat memantau aktivitas anak secara real-time. - MainStory Daycare
Menghadirkan sistem Parents Apps yang memungkinkan orang tua melihat kondisi anak melalui akses digital. - Fundaycare Yogyakarta
Menawarkan layanan penitipan anak dengan fasilitas lengkap, termasuk sistem pengawasan untuk memastikan keamanan anak. - Tumbuhkembang Daycare (@tumbuhkembangdaycare)
Menyediakan opsi pemantauan sebagai bagian dari layanan pengasuhan yang berfokus pada tumbuh kembang anak. - Merdeka Kids Daycare
Fokus pada lingkungan aman bagi balita dengan sistem pengawasan yang mendukung keamanan selama anak dititipkan.
Keberadaan CCTV menjadi salah satu indikator penting dalam memilih daycare, terutama bagi orang tua yang ingin memastikan kondisi anak tetap terpantau setiap saat.
Pemkot Yogyakarta Wajibkan CCTV di Semua Daycare
Pemerintah Kota Yogyakarta kini menetapkan kewajiban bagi seluruh daycare untuk menyediakan CCTV sebagai sarana pengawasan. Kebijakan ini muncul sebagai langkah preventif sekaligus respons atas kasus yang terjadi sebelumnya.
Kasus di Little Aresha menjadi titik evaluasi penting, terutama karena keterbatasan akses CCTV yang dimiliki orang tua saat itu. Oleh karena itu, Pemkot menekankan pentingnya akses real-time bagi wali murid.
Pemkot Siapkan Daycare Pengganti untuk Korban
Pasca penutupan daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan alternatif tempat penitipan anak. Sebanyak 15 lokasi telah disiapkan untuk menampung 103 anak yang sebelumnya terdaftar.
Jumlah tersebut direncanakan bertambah dalam waktu dekat guna memastikan seluruh anak mendapatkan layanan pengasuhan yang layak.
Pemkot Yogyakarta juga memastikan bahwa biaya penitipan anak di lokasi pengganti akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah hingga akhir semester.
Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban orang tua yang terdampak langsung akibat penutupan daycare sebelumnya.
Layanan Pendampingan dan Screening Anak
Selain penyediaan fasilitas daycare baru, Pemkot juga membuka layanan bantuan melalui hotline help desk di PPA. Hingga kini, tercatat sebanyak 149 orang telah menghubungi layanan tersebut.
Dinas Kesehatan turut dilibatkan dengan mengerahkan tim medis guna melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak-anak yang terdampak. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi fisik dan psikologis anak tetap terpantau.
Belajar dari kasus yang terjadi, Pemkot Yogyakarta menetapkan sejumlah indikator daycare yang dinilai layak dan aman bagi anak. Salah satu poin utama adalah keterbukaan informasi melalui akses CCTV.
Selain itu, transparansi komunikasi antara pengelola dan orang tua juga menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas layanan.
Kasus Little Aresha Jadi Pelajaran
Dalam perkembangan kasus Little Aresha, aparat kepolisian telah menetapkan 13 tersangka. Di antaranya termasuk Ketua Yayasan berinisial DK serta Kepala Sekolah berinisial AP.
Motif ekonomi disebut menjadi faktor utama, di mana pengelola diduga memaksakan kapasitas melebihi batas demi keuntungan. Kondisi tersebut berujung pada tindakan kekerasan dan penelantaran terhadap anak-anak.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih daycare, terutama yang memiliki sistem pengawasan terbuka dan transparan.***