TUGUJOGJA – Desil berapa yang berhak mendapat bansos Kemensos 2026? Simak pembagian desil 1-10, kategori kesejahteraan, serta kelompok yang menjadi sasaran bansos.
Pembagian desil menjadi salah satu acuan dalam menentukan sasaran penerima bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2026. Sistem tersebut mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi sehingga bantuan dapat diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan.
Kategori desil terbagi dari 1 hingga 10. Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan kelompok masyarakat yang berada di dalamnya.
Dalam pelaksanaannya, data desil bersifat dinamis karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah. Pemutakhiran data dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kondisi terbaru masyarakat sekaligus membantu penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
Lantas, desil berapa yang berhak mendapatkan bansos Kemensos? Berikut penjelasannya.
Kemensos Catat KPM Bansos Naik Kelas
Kemensos mencatat sebanyak 132.272 keluarga penerima manfaat (KPM) bansos mengalami peningkatan kondisi ekonomi pada triwulan ketiga 2026.
Dinamika tersebut mengacu pada pemutakhiran data yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 3 bulan sekali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81.000 KPM merupakan penerima bansos BPNT/Sembako, sedangkan 51.272 KPM lainnya merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi penerima bantuan dapat berubah dari waktu ke waktu. Ketika kondisi ekonomi suatu keluarga membaik, posisi desilnya juga dapat mengalami perubahan.
Karena itu, status desil tidak bersifat permanen. Pemeringkatan dapat diperbarui sesuai kondisi sosial ekonomi yang tercatat dalam data pemerintah.
Apa Itu Desil?
Desil merupakan pembagian masyarakat ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Setiap kelompok mencakup 10 persen keluarga atau penduduk yang telah diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan tertentu.
Desil 1 menempati kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara itu, desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Penentuan kelompok tersebut tidak hanya melihat pendapatan. Berdasarkan informasi dalam laman resmi Cek Bansos, pengukuran kesejahteraan mencakup sejumlah variabel sosial ekonomi.
Beberapa di antaranya adalah keterangan individu, seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan, daya listrik, serta kepemilikan aset.
BPS juga menggunakan sejumlah variabel sosial ekonomi dalam proses pemeringkatan. Variabel tersebut antara lain kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, pengeluaran rumah tangga, serta akses terhadap pendidikan dan layanan dasar.
Desil Dibagi Menjadi 10 Kelompok
Pembagian desil dilakukan berdasarkan urutan tingkat pengeluaran atau kesejahteraan masyarakat dari yang paling rendah hingga paling tinggi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa desil digunakan untuk membagi penduduk Indonesia menjadi 10 kelompok dengan jumlah yang sama.
โDesil adalah pengelompokan masyarakat Indonesia menjadi sepuluh kelompok yang sama besar. Jadi, jika penduduk kita sekitar 287 juta jiwa, maka setiap desil terdiri dari sekitar 28,7 juta orang,โ terang Amalia, dikutip dari Antaranews (13/11/2025).
Dengan ilustrasi jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, setiap kelompok desil terdiri dari sekitar 28,7 juta orang. Kelompok tersebut kemudian disusun berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan.
Artinya, desil bukan menunjukkan nominal pendapatan atau pengeluaran tertentu. Posisi seseorang dalam desil menggambarkan peringkat relatifnya dalam distribusi kesejahteraan masyarakat.
Hal ini berbeda dengan pengeluaran per kapita. Pengeluaran per kapita merupakan rata-rata pengeluaran setiap orang dalam sebuah rumah tangga, sedangkan desil menunjukkan posisi relatif dalam distribusi pengeluaran nasional.
Pembagian Desil 1 hingga 10
Secara umum, kelompok desil 1 hingga 10 dapat dibagi berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Desil 1: sangat miskin
Kelompok ini berada pada 10 persen terbawah. Masyarakat yang masuk dalam kelompok ini memiliki tingkat kesejahteraan paling rendah.
Desil 2: miskin
Desil 2 mencakup kelompok 11-20 persen. Kelompok ini berada dalam kategori miskin dan memiliki tingkat kesejahteraan di bawah kelompok desil yang lebih tinggi.
Desil 3: hampir miskin
Kelompok desil 3 berada pada rentang 21-30 persen. Masyarakat dalam kategori ini tidak termasuk kelompok miskin ekstrem, tetapi masih memiliki kerentanan terhadap kemiskinan.
Desil 4: rentan miskin
Desil 4 berada pada kelompok 31-40 persen. Kondisi ekonominya relatif lebih baik dibandingkan desil sebelumnya, tetapi masih rentan mengalami kemiskinan ketika menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
Desil 5: pas-pasan
Desil 5 mencakup kelompok 41-50 persen. Kelompok ini berada di sekitar batas aman secara ekonomi, tetapi belum sepenuhnya masuk kategori sejahtera.
Desil 6-10: menengah ke atas
Kelompok desil 6 hingga 10 mencakup 51-100 persen masyarakat berdasarkan pemeringkatan kesejahteraan. Kelompok ini memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan desil 1-5.
Desil Berapa yang Berhak Mendapat Bansos Kemensos?
Kelompok desil yang menjadi sasaran bansos Kemensos adalah masyarakat yang berada pada kelompok kesejahteraan terbawah. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam bahan tersebut, kelompok desil 1-4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bansos PKH dan Program Sembako.
Sementara itu, desil 5 masih dapat diusulkan untuk program tertentu, termasuk peserta PBI-JK.
Untuk lebih jelasnya, pembagian sasaran berdasarkan program adalah sebagai berikut:
- PKH: Desil 1-4.
- Program Sembako/BPNT: Desil 1-5.
- PBI-JK: Desil 1-5 atau melalui asesmen.
- ATENSI: Desil 1-5 atau melalui asesmen.
Dengan demikian, tidak semua masyarakat yang berada dalam desil 1-10 menjadi sasaran bantuan sosial. Kelompok desil 1-4 menjadi kelompok utama yang dapat diusulkan untuk PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 masih dapat masuk dalam sasaran sejumlah program tertentu.
Status Desil Bisa Berubah
Masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil tidak bersifat tetap. Perubahan kondisi sosial ekonomi dapat menyebabkan seseorang atau keluarga berpindah dari satu kelompok desil ke kelompok lainnya.
Pemutakhiran dilakukan secara berkala agar data yang digunakan dalam penyaluran bansos dapat mencerminkan kondisi masyarakat. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang sesuai dengan kriteria.
Karena itu, masyarakat yang merasa kondisi sosial ekonominya berubah dapat mengikuti mekanisme pembaruan data yang telah ditetapkan. Data yang telah diperbarui nantinya dapat menjadi bahan dalam pemeringkatan kesejahteraan berikutnya.
Pada akhirnya, desil menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial. Semakin rendah posisi desil, semakin tinggi prioritas kelompok tersebut dalam sejumlah program bantuan. Namun, penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan dan kriteria masing-masing program bansos.***