
TUGUJOGJA – Video demo emak-emak pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Monas viral setelah peserta mengaku menerima uang saku Rp100 ribu dan wajan. Mereka menegaskan dukungan diberikan karena merasakan manfaat program tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video aksi dukungan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026). Video tersebut viral di media sosial karena sejumlah peserta aksi yang didominasi ibu-ibu mengaku menerima uang saku sebesar Rp100 ribu serta sebuah wajan atau penggorengan.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan di tengah berbagai kontroversi yang belakangan muncul. Dalam rekaman video yang beredar luas, para peserta tampak membawa berbagai atribut dukungan, termasuk spanduk berisi harapan agar program MBG tidak dihentikan.
Pengakuan Peserta Soal Uang Saku dan Wajan
Perhatian publik tertuju pada pengakuan sejumlah peserta aksi yang secara terbuka menyebut menerima uang transportasi dan peralatan dapur saat mengikuti kegiatan tersebut.
Selain membawa atribut kampanye dukungan, beberapa peserta juga terlihat menenteng panci dan wajan. Saat diwawancarai media di lokasi, mereka mengaku ikut hadir karena diajak oleh pihak tertentu.
Dalam video yang beredar, para peserta menyebut menerima uang sebesar Rp100 ribu serta sebuah wajan. Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Meski demikian, para peserta menegaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam aksi bukan semata karena pemberian uang atau barang. Mereka mengaku hadir karena merasakan manfaat langsung dari program MBG yang saat ini berjalan di sejumlah sekolah.
Merasa Terbantu dengan Program MBG
Para ibu yang mengikuti aksi menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif bagi keluarga mereka. Salah satu manfaat yang paling dirasakan adalah berkurangnya pengeluaran untuk uang jajan anak yang masih bersekolah.
Menurut mereka, program tersebut juga membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu untuk menyiapkan sarapan sebelum anak berangkat ke sekolah. Kehadiran makanan bergizi yang disediakan melalui program pemerintah dianggap mampu meringankan beban keluarga sehari-hari.
Karena alasan itulah, mereka memilih hadir dalam aksi dukungan di kawasan Monas. Para peserta menyatakan rasa syukur karena anak-anak mereka termasuk penerima manfaat program MBG.
Suasana Aksi di Kawasan Monas
Video yang beredar juga memperlihatkan suasana aksi yang berlangsung di sekitar kawasan Monas. Sejumlah warga tampak berkumpul sambil membawa bendera Merah Putih dan berbagai atribut lainnya.
Mayoritas peserta merupakan kelompok ibu-ibu yang datang untuk menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis. Beberapa di antaranya terlihat membawa peralatan dapur seperti panci dan wajan sebagai bagian dari atribut yang dibawa saat aksi berlangsung.
Kehadiran massa di kawasan Monas menarik perhatian masyarakat dan pengguna media sosial setelah cuplikan video wawancara peserta ramai dibagikan ulang oleh berbagai akun.
Munculkan Perdebatan di Media Sosial
Viralnya video tersebut memunculkan diskusi dan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mempertanyakan sejauh mana aksi tersebut berlangsung secara spontan setelah muncul pengakuan mengenai pemberian uang saku dan barang kepada peserta.
Di sisi lain, ada pula yang menilai bahwa pemberian uang transportasi kepada peserta kegiatan yang melibatkan massa bukanlah hal baru dan kerap ditemukan dalam berbagai acara.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti pihak yang memberikan uang sebesar Rp100 ribu dan wajan kepada peserta aksi. Belum ada informasi resmi yang menjelaskan apakah uang tersebut merupakan biaya transportasi, konsumsi, atau bentuk kompensasi lain yang lazim diberikan dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta.
Perdebatan terkait video tersebut pun masih terus berlangsung di media sosial. Namun di tengah polemik yang muncul, para peserta aksi tetap menyatakan bahwa dukungan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis didasarkan pada manfaat yang mereka rasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.***