TUGUJOGJA- Tragedi pembunuhan di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Kabupaten Bantul menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.
Seorang istri bernama Ria Praditasari (33) berjuang menahan trauma setelah menyaksikan langsung suaminya meregang nyawa akibat sabetan senjata tajam di dalam rumah mereka sendiri.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (26/2/2026) dini hari. Hingga kini, pelaku pembacokan masih misterius karena menutupi wajahnya dengan sabo dan helm. Polisi terus memburu pelaku yang diduga berjumlah dua orang.
Kisah Istri Korban Pembunuhan di Kaliurang Argomulyo Bantul
Ria menuturkan bahwa suaminya telah memasang kamera pengawas atau CCTV di bagian depan rumah sejak lama.
“Suami saya memang sudah lama pasang CCTV di depan. Tapi pas kabur, dia lewat depan. Mungkin kalau balik lewat belakang ribet. Jadi, larinya ke depan terus ke samping,” ujar Ria di lokasi kejadian.
Ia meyakini pelaku sudah memahami denah rumahnya. Dugaan itu muncul karena pelaku tampak bergerak tanpa ragu, seolah sudah mengenali situasi di dalam rumah.
Menurut kesaksian Ria, satu orang masuk dan melakukan pembacokan, sementara satu orang lainnya menunggu di atas sepeda motor di samping rumah. Keduanya langsung melarikan diri setelah Ria berteriak keras meminta tolong.
Malam itu, Ria tidur bersama suami dan anaknya di ruang tengah. Suasana rumah tenang hingga suara pintu belakang terbuka memecah keheningan. Ria langsung terbangun dan melihat sosok tak dikenal berdiri di dalam rumah.
Ia melihat pria tersebut mengenakan penutup wajah dan helm. Pelaku menggenggam senjata tajam menyerupai parang dan langsung mengayunkannya ke arah suaminya.
“Ada orang yang enggak tahu itu siapa. Enggak begitu kelihatan mukanya karena tertutup sabo dan helm. Terus bawa senjata,” ungkap Ria dengan suara bergetar.
Ia tidak mampu memastikan ciri-ciri fisik pelaku karena situasi berlangsung cepat dan gelap. Namun ia mengingat jelas bagaimana pelaku tanpa banyak bicara langsung menyerang.
Dalam kondisi panik, Ria berusaha melindungi suaminya. Ia menangkis sabetan parang dengan tangan kosong. Ia tidak mengingat berapa kali pelaku mengayunkan senjata tersebut.
Akan tetapi, ia memastikan satu sabetan terakhir berhasil menangkis sebelum akhirnya mengenai tubuh sang suami.
“Yang terakhir itu langsung saya tangkis biar enggak kena badan suami saya. Ternyata sudah kena,” katanya lirih.
Korban mengalami luka serius di bagian wajah dan perut. Meski Ria berusaha melawan dan berteriak sekencang mungkin, pelaku tetap berhasil melukai suaminya secara fatal. Tak lama kemudian, suaminya mengembuskan napas terakhir.
Istri korban pembunuhan ini mengalami luka di tiga jari tangan. Salah satu tulangnya bergeser dan satu lainnya retak akibat benturan senjata tajam.
Pelaku Kabur
Setelah Ria berteriak histeris, pelaku langsung melarikan diri. Ia menduga pelaku takut warga sekitar mendengar keributan dan keluar rumah. Dalam hitungan detik, dua orang tersebut menghilang meninggalkan rumah yang berubah menjadi lokasi tragedi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku yang identitasnya belum terungkap karena menggunakan penutup wajah. Polisi juga mendalami kemungkinan motif serta hubungan korban dengan pihak tertentu.
Di tengah duka dan trauma, Ria mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah suaminya memiliki masalah dengan seseorang.
Ia menyebut suaminya memang bercerita tentang pekerjaan atau kehidupan sehari-hari, tetapi tidak terlalu terbuka mengenai persoalan pribadi.
“Ya cerita, tapi enggak terlalu terbuka. Tapi kalau sama teman-temannya saya enggak tahu,” ucapnya.
Pengakuan itu menambah misteri di balik kasus pembunuhan di Argomulyo Sedayu Bantul ini. Keluarga kini hanya berharap aparat segera menangkap pelaku agar keadilan ditegakkan.
Setelah kejadian, Ria memutuskan tinggal sementara di rumah mertua yang berada di sebelah timur rumahnya. Ia tidak sanggup kembali menempati rumah yang menyimpan memori paling kelam dalam hidupnya.
Di usianya yang masih 33 tahun, ia harus menguatkan diri demi anaknya. Ia memendam trauma sekaligus menanggung kehilangan besar yang datang begitu tiba-tiba.
Kasus pembunuhan di Kaliurang Argomulyo Bantul ini tidak hanya menyisakan teka-teki hukum, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. (ef linangkung)