
TUGUJOGJA– Semarak Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2025 hadir sebagai momentum berharga untuk menghidupkan kembali semangat membaca dan menguatkan budaya literasi di Kota Yogyakarta.
Peringatan nasional yang jatuh setiap 14 September ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan nyata bagi masyarakat agar menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua, ruang belajar sepanjang hayat, sekaligus tempat bertumbuhnya kreativitas dan interaksi sosial.
Peran Perpustakaan Kota Yogyakarta
Kabid Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca, Nunun Zulaikha, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa Hari Kunjung Perpustakaan harus menjadi tonggak penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi sebatas tempat meminjam dan menyimpan buku, tetapi sudah bertransformasi menjadi ruang inklusif yang ramah, modern, menyenangkan, sekaligus mendukung pengembangan diri,” tegas Nunun.
Perpustakaan Kota Yogyakarta selama ini memegang peran strategis sebagai garda depan layanan publik di bidang literasi. Di era digital, perpustakaan dituntut untuk terus berinovasi agar mampu bersaing dan relevan dengan kebutuhan generasi muda maupun masyarakat luas.
Dari sekadar rak buku yang sunyi, kini perpustakaan berubah menjadi ruang edukatif, rekreatif, bahkan menjadi simpul jejaring komunitas literasi dan budaya.
Nunun menjelaskan bahwa perpustakaan kini hadir sebagai tempat yang menawarkan pengalaman belajar berbeda. Pihaknha ingin setiap pengunjung merasa nyaman, menemukan inspirasi, serta pulang dengan pengalaman baru.
“Itulah wajah baru perpustakaan Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Hari Kunjung Perpustakaan 2025
Peringatan tahun ini mengusung tema Literasi untuk Semua: Perpustakaan Ramah & Rekreatif. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai 12 hingga 27 September 2025, tersebar di tiga lokasi utama: Perpustakaan Kotabaru, Perpustakaan Pevita, dan layanan Perpustakaan Keliling.
Agenda berupa kegiatan edukatif, rekreatif, dan interaktif yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Perpustakaan ingin menghadirkan suasana meriah sekaligus meneguhkan citra baru: perpustakaan yang inklusif, ramah, dan penuh daya tarik.
Semarak Hari Kunjung Perpustakaan juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap perpustakaan. Pemerintah Kota Yogyakarta berharap kegiatan ini mampu menyemarakkan peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2025.
Kegiatan ini akan menjadikan perpustakaan sebagai ruang ramah dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, membangun kedekatan antara warga dengan perpustakaan sebagai ruang publik yang bermanfaat, meningkatkan jumlah kunjungan serta pemanfaatan layanan perpustakaan.
Dia juga berharap kegiatan ini dapat membentuk jejaring kolaborasi dengan komunitas literasi, pendidikan, dan budaya. Memberi dampak positif pada kualitas sumber daya manusia melalui budaya literasi yang kuat.
“Jika masyarakat merasakan manfaat langsung dari perpustakaan, maka mereka akan datang dengan kesadaran, bukan sekadar karena undangan,” ungkap Nunun.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan regulasi kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, hingga Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perpustakaan.
Payung hukum tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan perpustakaan diakui sebagai institusi penting yang harus terus diperkuat dan dikembangkan.
Dengan dukungan APBD Kota Yogyakarta Tahun 2025, rangkaian kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan diharapkan dapat menghadirkan dampak luas. Nunun, optimistis bahwa kegiatan ini akan melahirkan masyarakat yang semakin cerdas, berdaya saing tinggi, dan berbudaya literasi kuat.
“Literasi bukan sekadar bisa membaca dan menulis. Literasi adalah kekuatan untuk memahami dunia, mengambil keputusan bijak, dan melahirkan generasi yang unggul. Kota Yogyakarta punya modal besar untuk menjadi pusat literasi nasional,” tutupnya. (ef linangkung)