
TUGUJOGJA – Kantor pajak diprediksi tutup 7 hari pada 18-24 Maret 2026 karena libur Nyepi dan Lebaran. Simak rincian jadwal serta layanan online yang tetap beroperasi.
Memasuki Maret 2026, masyarakat perlu mencermati jadwal operasional kantor pajak seiring dengan rangkaian hari libur nasional yang berdekatan.
Berdasarkan kalender libur Maret 2026, kantor pajak diprediksi tidak beroperasi selama 7 hari berturut-turut guna menyesuaikan dengan libur nasional Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Periode libur panjang tersebut diperkirakan berlangsung mulai Rabu, 18 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026. Dengan demikian, pelayanan tatap muka di seluruh Kantor Pelayanan Pajak akan dihentikan sementara selama rentang waktu tersebut.
Rangkaian Libur Nasional dan Cuti Bersama Maret 2026
Libur panjang ini merupakan gabungan antara cuti bersama dan hari libur nasional yang berurutan dalam satu pekan. Berikut rincian jadwalnya:
Rabu, 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi
Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi
Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri
Sabtu, 21 Maret 2026: Libur Nasional Idulfitri
Minggu, 22 Maret 2026: Libur Idulfitri atau Hari Libur Akhir Pekan
Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri
Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri
Jika mengacu pada jadwal tersebut, kantor pajak akan tutup selama 7 hari tanpa jeda hari kerja di tengahnya. Penutupan ini berlaku untuk layanan langsung di kantor, termasuk konsultasi dan pengurusan administrasi secara tatap muka.
Layanan Tatap Muka di KPP Dipastikan Tutup
Selama periode 18 hingga 24 Maret 2026, seluruh Kantor Pelayanan Pajak dipastikan tidak membuka layanan langsung kepada wajib pajak. Artinya, masyarakat yang ingin melakukan konsultasi, aktivasi layanan, maupun keperluan administrasi lainnya secara fisik perlu menyesuaikan jadwal sebelum atau setelah masa libur berakhir.
Wajib pajak disarankan untuk merencanakan pengurusan administrasi lebih awal agar tidak terhambat oleh libur panjang ini, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak terkait pelaporan atau permohonan tertentu.
Pelaporan SPT Tahunan Tetap Bisa Dilakukan Secara Online
Meski kantor pajak tutup sementara, Direktorat Jenderal Pajak tetap menyediakan akses layanan digital. Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki batas akhir pada 31 Maret 2026 tetap dapat dilakukan secara daring.
Wajib pajak dapat memanfaatkan layanan melalui DJP Online maupun sistem Coretax untuk menyampaikan laporan, melakukan pembayaran, atau mengakses layanan mandiri lainnya. Dengan demikian, kewajiban perpajakan tetap dapat dipenuhi tanpa harus datang langsung ke kantor pajak selama masa libur berlangsung.
Ketersediaan layanan digital ini menjadi solusi bagi masyarakat agar tetap dapat memenuhi kewajiban sebelum tenggat waktu berakhir, meskipun berada di tengah periode cuti bersama dan libur nasional.
Layanan Kring Pajak Selama Libur
Selain layanan tatap muka, masyarakat juga perlu memperhatikan operasional saluran informasi resmi. Layanan telepon Kring Pajak di nomor 1500200 serta akun media sosial resmi @kring_pajak kemungkinan tidak beroperasi selama periode libur 18 hingga 24 Maret 2026.
Karena itu, wajib pajak disarankan untuk mengakses informasi melalui kanal digital yang tetap aktif atau membaca panduan yang tersedia di laman resmi Direktorat Jenderal Pajak sebelum masa libur dimulai.
Antisipasi Menjelang Batas Akhir Pelaporan
Libur panjang Maret 2026 berlangsung hanya beberapa hari sebelum tenggat pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi pada 31 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi membuat sistem pelaporan daring mengalami peningkatan akses menjelang akhir bulan.
Untuk menghindari kendala teknis atau kepadatan akses, masyarakat sebaiknya tidak menunda pelaporan hingga mendekati batas waktu. Dengan memanfaatkan layanan online sejak awal, risiko keterlambatan dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, jadwal libur kantor pajak Maret 2026 berlangsung selama 7 hari berturut-turut, mulai 18 hingga 24 Maret 2026, dalam rangka Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Meskipun layanan tatap muka di Kantor Pelayanan Pajak tutup, kewajiban perpajakan tetap dapat dijalankan melalui sistem daring yang tersedia.
***