Kesulitan mendapatkan makanan di habitatnya diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong hewan liar turun mendekati kawasan tempat tinggal warga. Kondisi tersebut menambah ancaman bagi peternak, terutama mereka yang menempatkan kandang di tengah ladang.
Serangan pertama terjadi di Bulak Belang, Padukuhan Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, pada 28 Oktober 2026. Dalam kejadian tersebut, delapan ekor kambing ditemukan mati dengan kondisi tubuh tercabik-cabik.
Serangan kembali terjadi pada 3 November 2026 di Kalurahan Botodayaan. Kapolsek Rongkop AKP Subarsana mengatakan, terdapat tiga lokasi berbeda yang menjadi sasaran hewan liar.
Lokasi pertama berada di Alas Plelet, Padukuhan Jati. Serangan di tempat tersebut menyebabkan tiga ekor kambing mati. Selanjutnya, tiga kambing ditemukan mati di Alas Plonjoro, Padukuhan Condong.
Sementara itu, di Alas Ndilem yang juga berada di Padukuhan Condong, warga menemukan dua ekor kambing mati akibat serangan serupa.
“Kejadiannya tanggal 3 November kemarin,” kata Subarsana, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Subarsana, seluruh ternak yang menjadi korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Terdapat luka gigitan di sejumlah bagian tubuh kambing, mulai dari leher, perut, hingga kaki belakang.
“Kondisi hewan ternak yang berada di alas masing-masing juga ditemukan dalam keadaan mati dengan kondisi tercabik-cabik, luka gigitan di bagian leher, perut dan kaki bagian belakang,” ujarnya.
Polisi bersama pemerintah setempat telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan hewan liar.
Salah satu langkah pencegahan yang disampaikan petugas adalah memindahkan ternak dari kandang di tengah ladang ke lingkungan sekitar rumah. Dengan begitu, pemilik diharapkan lebih mudah mengawasi ternaknya sekaligus mengurangi risiko serangan.
Serangan Hewan Liar Juga Terjadi di Saptosari
Ancaman serangan terhadap ternak juga dilaporkan terjadi di Kapanewon Saptosari. Sebelumnya, dua ekor kambing milik warga Kalurahan Kanigoro ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.
Salah satu kejadian menimpa kambing milik Bejo, warga Kanigoro. Kambing tersebut ditemukan mati di Alas Ngeberan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, pemilik mengetahui kejadian tersebut saat memeriksa kandang ternaknya. Bejo mendapati kambing miliknya sudah mati dengan sejumlah bagian tubuh tercabik-cabik seperti habis dimangsa hewan lain.
“Kondisi tubuhnya (kambing) tercabik-cabik,” kata Sigit.
Sigit menduga kambing tersebut diserang dan dimangsa hewan liar. Polisi kemudian mengimbau masyarakat agar memperkuat pengamanan kandang untuk mencegah kejadian serupa.
“Pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan,” ujarnya.
Menurut Sigit, terdapat dua ekor kambing yang mati di wilayah Kanigoro dalam rentang dua hari. Kedua ternak tersebut menunjukkan kondisi luka yang mengarah pada dugaan serangan hewan liar.
“Jadi dua hari ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik. Dugaannya korban serangan hewan liar,” katanya.
Kandang di Tengah Ladang Tingkatkan Risiko Serangan
Serangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat Gunungkidul, terutama di wilayah selatan, memiliki kebiasaan memelihara ternak di kandang yang berada di tengah ladang.
Lokasi kandang yang dekat dengan lahan pertanian memudahkan warga mengelola pakan ternak. Namun, jarak yang cukup jauh dari rumah membuat pemilik tidak selalu bisa mengawasi hewan peliharaannya.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko serangan ketika hewan liar mendekati kawasan ladang untuk mencari mangsa. Terlebih, musim kemarau diduga mengurangi ketersediaan sumber makanan dan air bagi satwa liar di habitatnya.
Karena itu, polisi mengingatkan peternak agar tidak membiarkan kambing berada di kandang yang jauh dari pengawasan, terutama pada malam hari. Warga juga diimbau memperkuat konstruksi kandang, memastikan akses masuk tetap tertutup, serta meningkatkan pengawasan terhadap ternak.
Memindahkan kandang ke dekat rumah menjadi salah satu langkah yang disarankan untuk mengantisipasi serangan berikutnya. Rangkaian kejadian di Rongkop dan Saptosari menjadi pengingat bagi peternak agar meningkatkan kewaspadaan demi melindungi ternak yang menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga.***





