Kemarau di Gunungkidul Picu Serangan Hewan Liar, 17 Kambing Warga Mati Tercabik-cabik

Bagikan :
Ilustrasi Kemarau di Gunungkidul Picu Serangan Hewan Liar, 17 Kambing Warga Mati Tercabik-cabik/Unsplash
TUGUJOGJA – Sedikitnya 17 ekor kambing milik warga di Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mati akibat serangan hewan liar dalam sepekan terakhir. Hewan yang diduga merupakan anjing liar itu menyerang ternak di kandang-kandang yang berada jauh dari permukiman.

Kesulitan mendapatkan makanan di habitatnya diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong hewan liar turun mendekati kawasan tempat tinggal warga. Kondisi tersebut menambah ancaman bagi peternak, terutama mereka yang menempatkan kandang di tengah ladang.

Serangan pertama terjadi di Bulak Belang, Padukuhan Bamban, Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop, pada 28 Oktober 2026. Dalam kejadian tersebut, delapan ekor kambing ditemukan mati dengan kondisi tubuh tercabik-cabik.

Serangan kembali terjadi pada 3 November 2026 di Kalurahan Botodayaan. Kapolsek Rongkop AKP Subarsana mengatakan, terdapat tiga lokasi berbeda yang menjadi sasaran hewan liar.

Lokasi pertama berada di Alas Plelet, Padukuhan Jati. Serangan di tempat tersebut menyebabkan tiga ekor kambing mati. Selanjutnya, tiga kambing ditemukan mati di Alas Plonjoro, Padukuhan Condong.

Sementara itu, di Alas Ndilem yang juga berada di Padukuhan Condong, warga menemukan dua ekor kambing mati akibat serangan serupa.

Baca juga  Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

“Kejadiannya tanggal 3 November kemarin,” kata Subarsana, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Subarsana, seluruh ternak yang menjadi korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Terdapat luka gigitan di sejumlah bagian tubuh kambing, mulai dari leher, perut, hingga kaki belakang.

“Kondisi hewan ternak yang berada di alas masing-masing juga ditemukan dalam keadaan mati dengan kondisi tercabik-cabik, luka gigitan di bagian leher, perut dan kaki bagian belakang,” ujarnya.

Polisi bersama pemerintah setempat telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Petugas juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan hewan liar.

Salah satu langkah pencegahan yang disampaikan petugas adalah memindahkan ternak dari kandang di tengah ladang ke lingkungan sekitar rumah. Dengan begitu, pemilik diharapkan lebih mudah mengawasi ternaknya sekaligus mengurangi risiko serangan.

Serangan Hewan Liar Juga Terjadi di Saptosari

Ancaman serangan terhadap ternak juga dilaporkan terjadi di Kapanewon Saptosari. Sebelumnya, dua ekor kambing milik warga Kalurahan Kanigoro ditemukan mati dalam kondisi tercabik-cabik.

Salah satu kejadian menimpa kambing milik Bejo, warga Kanigoro. Kambing tersebut ditemukan mati di Alas Ngeberan pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Baca juga  Daftar UMK DIY 2026 Terbaru, Kota Yogyakarta Tertinggi Rp2,82 Juta

Kapolsek Saptosari AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, pemilik mengetahui kejadian tersebut saat memeriksa kandang ternaknya. Bejo mendapati kambing miliknya sudah mati dengan sejumlah bagian tubuh tercabik-cabik seperti habis dimangsa hewan lain.

“Kondisi tubuhnya (kambing) tercabik-cabik,” kata Sigit.

Sigit menduga kambing tersebut diserang dan dimangsa hewan liar. Polisi kemudian mengimbau masyarakat agar memperkuat pengamanan kandang untuk mencegah kejadian serupa.

“Pemilik mau mengecek kandang dan menemukan kambingnya sudah mati dengan kondisi seperti habis dimakan,” ujarnya.

Menurut Sigit, terdapat dua ekor kambing yang mati di wilayah Kanigoro dalam rentang dua hari. Kedua ternak tersebut menunjukkan kondisi luka yang mengarah pada dugaan serangan hewan liar.

“Jadi dua hari ada dua ekor kambing yang mati di Kanigoro dengan kondisi tercabik. Dugaannya korban serangan hewan liar,” katanya.

Kandang di Tengah Ladang Tingkatkan Risiko Serangan

Serangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat Gunungkidul, terutama di wilayah selatan, memiliki kebiasaan memelihara ternak di kandang yang berada di tengah ladang.

Baca juga  25 Ucapan Selamat Harkitnas 2025: Penuh Semangat dan Jaga Nasionalisme

Lokasi kandang yang dekat dengan lahan pertanian memudahkan warga mengelola pakan ternak. Namun, jarak yang cukup jauh dari rumah membuat pemilik tidak selalu bisa mengawasi hewan peliharaannya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko serangan ketika hewan liar mendekati kawasan ladang untuk mencari mangsa. Terlebih, musim kemarau diduga mengurangi ketersediaan sumber makanan dan air bagi satwa liar di habitatnya.

Karena itu, polisi mengingatkan peternak agar tidak membiarkan kambing berada di kandang yang jauh dari pengawasan, terutama pada malam hari. Warga juga diimbau memperkuat konstruksi kandang, memastikan akses masuk tetap tertutup, serta meningkatkan pengawasan terhadap ternak.

Memindahkan kandang ke dekat rumah menjadi salah satu langkah yang disarankan untuk mengantisipasi serangan berikutnya. Rangkaian kejadian di Rongkop dan Saptosari menjadi pengingat bagi peternak agar meningkatkan kewaspadaan demi melindungi ternak yang menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga.***

 

Berita Terbaru

Kelok 23 Bantul Gunungkidul
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Ditargetkan Beroperasi 2027, PJN DIY Tunggu Penyelesaian Lot 17A
Misteri Kesurupan Massal Jogja 2016
Mengingat Kembali Misteri Kesurupan Massal 2016 di Jogja: Fenomena Viral yang Dijadikan Film
Asal Usul Festival Srawung Kampung Bumen
Bukan Sekadar Pesta Rakyat, Ini Sejarah Panjang Festival Srawung yang Berakar dari Era Sultan HB I
Kenapa Kolam Renang Hidden Gem Menjamur di Jogja
Tawarkan Sensasi Resor Mewah Harga Mahasiswa? Ini Fakta Kenapa Kolam Renang 'Hidden Gem' Makin Menjamur di Jogja
Sejarah Kelahiran Pangeran Diponegoro
Mengenang Sejarah Lahirnya Pangeran Diponegoro, Sosok Bangsawan yang Rela Tinggalkan Istana Demi Membela Rakyat

Pilihan Editor

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

images (15)

Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (2)

Jadwal KA Bandara YIA Terbaru: Rute, Harga Tiket, dan Tips Menggunakan Kereta Bandara di Yogyakarta

IMG_20261105_132040_074

400 Tukang Becak di Bantul Bakal Terima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, 200 Unit Mulai Tiba

Artikel Populer

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

images (15)

Rute Trans Jogja Terbaru 2026 Lengkap Semua Jalur, Tarif, Cara Bayar, dan Area Layanannya

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (2)

Jadwal KA Bandara YIA Terbaru: Rute, Harga Tiket, dan Tips Menggunakan Kereta Bandara di Yogyakarta

IMG_20261105_132040_074

400 Tukang Becak di Bantul Bakal Terima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo, 200 Unit Mulai Tiba