TPST Wukirsari Ditargetkan Mulai Dibangun 2027, Gunungkidul Kejar Lelang dan Siapkan Pengolahan Sampah Jadi RDF

Bagikan :
TPAS Wukirsari Gunungkidul makin terbatas. Pemkab menargetkan pembangunan TPST Wukirsari dimulai 2027 dan sampah diolah menjadi RDF.

TUGU JOGJA – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Wukirsari mulai berjalan pada awal 2027. Proses lelang proyek ditargetkan berlangsung pada akhir 2026, sementara pembangunan fisik ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

Target pembangunan TPST Wukirsari tersebut dikejar di tengah semakin terbatasnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari. Fasilitas baru itu nantinya tidak hanya berfungsi menampung sampah, tetapi juga mengolahnya, termasuk menyiapkan material Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif untuk industri semen.

Pemerintah Kejar Dokumen Sebelum Lelang

Pemerintah memasang target pembangunan TPST Wukirsari selesai dalam waktu dua tahun. Target itu menjadi penting karena kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari semakin terbatas.

Kondisi tersebut membuat pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola pengelolaan sampah dengan cara menimbun. Pemerintah perlu menambah kapasitas pengolahan sekaligus mengubah cara pandang terhadap sampah agar sebagian material tidak lagi berakhir di lahan pembuangan.

Namun, sebelum alat berat masuk ke lokasi proyek, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih harus menuntaskan sejumlah persyaratan. Saat ini, pembangunan TPST Wukirsari masih berada pada tahap perencanaan.

Pemerintah menyelesaikan berbagai dokumen untuk memenuhi persyaratan proyek sekaligus membuka akses pendanaan dari pemerintah pusat melalui skema pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Dwi Wiyani, mengatakan pemerintah masih memfinalisasi sejumlah dokumen yang menjadi bagian dari persyaratan pembangunan TPST Wukirsari.

Salah satu dokumen penting yang pemerintah siapkan ialah Livelihood Restoration Plan (LRP) atau Rencana Pemulihan Mata Pencaharian. Dokumen tersebut menjadi bagian dari persyaratan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang harus pemerintah penuhi dalam proses pembiayaan melalui AIIB.

Baca juga  9 Kalurahan di Gunungkidul Ditunjuk Jadi Pilot Project Gerakan Keluarga Sehat Tangguh Bencana

โ€œSudah disiapkan, tetapi pelaksanaannya masih menunggu hasil dari kajian readiness criteria, yang salah satunya berisikan tentang dokumen LRP,โ€ kata Dwi.

Pemerintah menyusun LRP bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif. Dokumen tersebut juga menjadi instrumen untuk mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin muncul selama pembangunan TPST.

Pemerintah memberi perhatian khusus kepada pemulung dan warga sekitar yang selama ini memanfaatkan kawasan proyek sebagai bagian dari sumber mata pencaharian mereka. Dengan begitu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga harus memperhitungkan perubahan kondisi sosial masyarakat yang terdampak.

Penyusunan LRP kini memasuki tahap akhir. Pemerintah akan menggunakan hasil kajian readiness criteria sebagai salah satu dasar untuk menentukan apakah proyek sudah siap memasuki tahap pengadaan. Jika seluruh persyaratan memenuhi ketentuan, pemerintah dapat segera melaksanakan proses lelang.

โ€œHarapannya lelang akhir tahun dan mulai awal 2027 sudah bisa dibangun. Untuk pembangunan TPST Wukirsari ditarget selesai dalam dua tahun,โ€ ujar Dwi.

Empat Hektare Lahan Disiapkan

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyiapkan lahan sekitar empat hektare di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, sebagai lokasi pembangunan TPST Wukirsari. Pemerintah tidak sekadar ingin membangun fasilitas baru untuk menampung sampah. TPST tersebut akan menjalankan fungsi pengolahan sehingga sampah memiliki nilai guna setelah melewati proses pemilahan dan pengolahan.

Salah satu produk yang pemerintah bidik ialah Refuse Derived Fuel (RDF). Material hasil pengolahan tersebut dapat pemerintah manfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan industri semen. Konsep itu membuka peluang bagi Gunungkidul untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke kawasan pembuangan sekaligus mengubah sebagian sampah menjadi material yang memiliki nilai manfaat.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Kucurkan Rp 21 Miliar untuk Jaminan Pendidikan Daerah 2025, Bukti Nyata Perlindungan Pendidikan Anak Miskin

โ€œAdanya TPST, maka sampah bisa diolah menjadi RDF untuk bahan bakar pembuatan semen. Namun, untuk pelaksanaannya masih dalam proses,โ€ kata Dwi.

Pemerintah masih harus memastikan seluruh tahapan teknis dan kerja sama pemanfaatan RDF berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, pemerintah belum bisa langsung menerapkan konsep tersebut sebelum seluruh proses perencanaan dan pengadaan selesai.

TPAS Wukirsari Semakin Terdesak

Kebutuhan pembangunan TPST Wukirsari semakin mendesak karena TPAS Wukirsari menjadi satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah di Gunungkidul. Selama ini, DLH Gunungkidul masih menerapkan metode sanitary landfill dalam menangani sampah di TPAS tersebut. Petugas mengelola sampah dengan menimbunnya menggunakan tanah.

Metode tersebut masih berjalan, tetapi pemerintah menghadapi persoalan kapasitas. Timbunan sampah terus bertambah seiring dengan aktivitas masyarakat dan produksi sampah dari berbagai wilayah. Kondisi itu mendorong pemerintah mencari pola baru yang dapat mengurangi beban TPAS.

Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan pembangunan TPST menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan sampah di daerah.

โ€œMasih dalam tahap kajian. Namun, kami serius untuk membangun TPST Wukirsari dan mudah-mudahan bisa terbangun di tahun depan,โ€ kata Edy.

Pembangunan TPST juga menunjukkan perubahan arah kebijakan pengelolaan sampah Gunungkidul. Pemerintah tidak ingin seluruh sampah berakhir di tempat pembuangan. Pemerintah ingin mendorong pengolahan sejak dari sumber hingga menghasilkan material yang dapat digunakan kembali atau memiliki nilai ekonomi.

Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci

Pembangunan fasilitas pengolahan modern tidak otomatis menyelesaikan persoalan sampah. Pemerintah tetap membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi sampah yang masuk ke sistem pembuangan.

Baca juga  Pedoman Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 Lengkap dengan Susunan Acara, Naskah Ikrar, dan Doa

Karena itu, DLH Gunungkidul terus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya. Edy mengatakan kebiasaan masyarakat membuang sampah dalam kondisi tercampur masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

Sampah rumah tangga yang masyarakat campur sejak awal akan menyulitkan proses pengolahan. Sebaliknya, pemilahan sejak dari rumah dapat membantu petugas mengidentifikasi material yang masih memiliki nilai guna.

Pemerintah juga membutuhkan perubahan kebiasaan tersebut agar keberadaan TPST Wukirsari kelak dapat bekerja secara optimal. Jika pembangunan berjalan sesuai target, awal 2027 akan menjadi titik penting bagi pengelolaan sampah Gunungkidul. Pemerintah berharap pembangunan fasilitas tersebut mampu menambah kapasitas pengolahan, mengurangi tekanan terhadap TPAS Wukirsari, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

Namun, sebelum target itu tercapai, pemerintah masih harus melewati sejumlah tahapan. Finalisasi dokumen, pemenuhan readiness criteria, proses lelang, hingga pembangunan fisik menjadi rangkaian yang harus pemerintah tuntaskan.

Gunungkidul kini berpacu dengan waktu. Di satu sisi, pemerintah harus memastikan seluruh persyaratan pembangunan TPST Wukirsari terpenuhi. Di sisi lain, keterbatasan kapasitas TPAS membuat kebutuhan terhadap fasilitas pengolahan baru semakin tidak bisa ditunda.

TPST Wukirsari akhirnya tidak hanya menjadi proyek pembangunan infrastruktur. Fasilitas tersebut akan menjadi salah satu penentu arah pengelolaan sampah Gunungkidul dalam beberapa tahun ke depanโ€”apakah sampah terus berakhir sebagai timbunan atau mulai pemerintah ubah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan.(ef linangkung)

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

Berita Terbaru

6078138521194543056
Pendidikan Khas keJogjaan Dorong Mahasiswa Jadi Duta Budaya Yogyakarta
zIlrVsfbFcq8yBbKQk958hpzxUgrzpoy6KcEuNOZ
9.000 Penerima Bansos di Gunungkidul Dicoret karena Terindikasi Judi Online, Sultan HB X: Bantuan untuk Makan, Bukan Berjudi
Screenshot 2026-08-23 174446
TPST Wukirsari Ditargetkan Mulai Dibangun 2027, Gunungkidul Kejar Lelang dan Siapkan Pengolahan Sampah Jadi RDF
xAtdo1eDVsulzhUDvAoRbhIX4qwE4veytFBdX5Fl
Karhutla di DIY Meningkat, Kemarau Panjang Picu Ancaman Kebakaran
ClTvkVfJNkYeW65bhFNf27DkJtR72P1ri24ydnAu
Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal Mulai 24 Agustus 2026

Pilihan Editor

6078138521194543056

Pendidikan Khas keJogjaan Dorong Mahasiswa Jadi Duta Budaya Yogyakarta

zIlrVsfbFcq8yBbKQk958hpzxUgrzpoy6KcEuNOZ

9.000 Penerima Bansos di Gunungkidul Dicoret karena Terindikasi Judi Online, Sultan HB X: Bantuan untuk Makan, Bukan Berjudi

Screenshot 2026-08-23 174446

TPST Wukirsari Ditargetkan Mulai Dibangun 2027, Gunungkidul Kejar Lelang dan Siapkan Pengolahan Sampah Jadi RDF

xAtdo1eDVsulzhUDvAoRbhIX4qwE4veytFBdX5Fl

Karhutla di DIY Meningkat, Kemarau Panjang Picu Ancaman Kebakaran

ClTvkVfJNkYeW65bhFNf27DkJtR72P1ri24ydnAu

Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal Mulai 24 Agustus 2026

Artikel Populer

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

IMG_20260811_052315_072

Vaksinasi Rabies Gratis di Kota Yogyakarta, Ini Jadwal dan Lokasinya

rtfFbOZYbCKV5n0sYMFTKRP3M1vQKrzMjsukdfT8

Ketika Limbah Kopi Menjadi Warna, Putri Ramadhany Amir Bawa Tradisi ke Streetwear

warmindo-di-jogja-khas

Fenomena Warmindo: Dari Warung Biasa Jadi Budaya Kuliner Ikonik di Jogja