
TUGUJOGJA – Suasana kebersamaan dalam acara syawalan keluarga besar di wilayah Mantrijeron, Kota Yogyakarta, berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di selokan di dekat lokasi acara pada Selasa (24/3/2026).
Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, dan langsung mendapat penanganan dari aparat kepolisian setempat. Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi secara rinci.
Kronologi Bocah Tenggelam di Selokan Mantrijeron
Peristiwa ini bermula ketika korban berinisial DFA (7), warga Pakuncen, Wirobrajan, menghadiri acara syawalan bersama orang tuanya di rumah salah satu kerabat pada pukul 12.30 WIB. Acara berlangsung hangat dengan kehadiran keluarga besar.
Namun, suasana berubah ketika korban bersama beberapa anak lainnya memilih bermain di sekitar selokan Tanjung yang berada di sisi kiri permukiman RT 69 RW 14 Gedongkiwo.
Sekitar pukul 14.00 WIB, warga setempat sempat memperingatkan anak-anak tersebut agar tidak bermain di area selokan karena berbahaya. Meski demikian, korban dan teman-temannya tetap melanjutkan permainan mereka.
Sekitar pukul 14.30 WIB, warga mulai menyadari bahwa korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi. Kepanikan pun muncul, dan warga bersama keluarga langsung melakukan pencarian intensif di sekitar area tersebut. Namun, upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya pada pukul 17.00 WIB, salah satu saksi berinisiatif menguras talud selokan. Saat itulah tubuh korban ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam selokan.
Anak dari saksi segera mengangkat korban dari dalam air, kemudian saksi membawa korban ke klinik terdekat, yakni Klinik Gading Mantrijeron, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban tiba di klinik sekitar pukul 17.20 WIB dan langsung dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tim medis yang dipimpin oleh dr. Nunki segera melakukan pemeriksaan menggunakan EKG.
Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban sudah tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. Pihak medis pun menyatakan korban meninggal dunia.
Kabar ini langsung menyelimuti keluarga dengan duka mendalam. Setelah itu, pada pukul 19.00 WIB, keluarga membawa jenazah korban ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk proses pemandian jenazah.
Polisi Lakukan Olah TKP
Mendapat laporan kejadian tersebut, jajaran Polsek Mantrijeron bersama tim dari Polresta Yogyakarta langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Tim yang terlibat dalam penanganan antara lain dipimpin oleh AKP Mujiyanto, bersama sejumlah personel seperti SKP Dwi Waljana, Aiptu Haryanto, Aipda Arief, serta tim identifikasi.
Petugas melakukan serangkaian langkah, mulai dari menerima laporan pengaduan, mendatangi TKP, hingga mengumpulkan berbagai petunjuk yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Polisi juga telah melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Dua saksi yang berada di lokasi saat kejadian, yakni Andriyanto (30) warga Gedongkiwo dan Bagas (24) warga Minggir, Sleman, turut memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Keterangan mereka memperkuat kronologi bahwa korban terakhir kali terlihat bermain di sekitar selokan sebelum akhirnya menghilang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di lingkungan yang berpotensi membahayakan seperti selokan, sungai, atau area terbuka lainnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa momen kebersamaan seperti syawalan tetap memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama terhadap keselamatan anak-anak. (ef linangkung)