
TUGUJOGJA– Ribuan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta terlambat pada Senin, 6 April 2026. Keterlambatan terjadi akibat evakuasi rangkaian KA Bangunkarta yang mengalami anjlok di Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB di KM 312+41, tepatnya di wesel 21A dan 21B. Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, menjelaskan, tiga kereta pada rangkaian KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen menjadi fokus utama evakuasi yang memicu gangguan operasional di lintas tersebut.
Menanggapi kejadian itu, KAI Daop 6 Yogyakarta segera mengerahkan seluruh tim operasional untuk meminimalkan dampak. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh penumpang yang terdampak.
“Kami menyadari ketidaknyamanan ini, dan seluruh tim berupaya memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman,” ujarnya tegas.
Keterlambatan bermula saat evakuasi rangkaian KA Bangunkarta di Bumiayu, wilayah Daop 5 Purwokerto, masih berlangsung hingga Senin pagi. Tim KAI terus melakukan koordinasi intensif dengan unit kerja terkait agar operasional kereta api di Daop 6 tetap lancar.
Untuk mengantisipasi dampak, KAI Daop 6 mengambil langkah strategis. Beberapa kereta beralih rutenya agar perjalanan tetap aman.
KA Taksaka (47) relasi Yogyakarta–Gambir, misalnya, awalnya berangkat pukul 14.45 WIB, lalu jadi memutar via Yogyakarta–Solo Balapan–Semarang Tawang–Cirebon dan berangkat pukul 15.25 WIB dari Stasiun Yogyakarta.
KA Manahan (62B) relasi Gambir–Solo Balapan juga mendapat rute alternatif melalui Prupuk–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan. Langkah ini memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga sekaligus meminimalkan gangguan perjalanan.
Feni menegaskan, KAI Daop 6 selalu mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan prima.
“Setiap langkah operasional kami mempertimbangkan faktor keamanan, dan koordinasi aktif dengan daerah operasi terkait terus dilakukan agar pemulihan perjalanan KA berjalan cepat,” jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, penumpang tetap menerima layanan sesuai ketentuan KAI. Tim memastikan fasilitas dan layanan di stasiun maupun kereta tersedia, termasuk informasi perjalanan KA secara real-time.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa operasional kereta api memerlukan koordinasi lintas Daop, terutama saat kondisi darurat. Penanganan cepat oleh KAI Daop 6 menunjukkan komitmen untuk menjaga kepercayaan penumpang dan keselamatan perjalanan.
Dengan langkah strategis, KAI Daop 6 berharap semua perjalanan kereta api di Yogyakarta kembali normal secepat mungkin. Penumpang sebaiknya tetap mengikuti pengumuman resmi KAI untuk informasi terbaru tentang jadwal dan rute alternatif. (ef linangkung)