
TUGUJOGJA– Long weekend selama tiga hari pada Jumat hingga Minggu, 3–5 April 2026, yang bertepatan dengan peringatan Jumat Agung dan Hari Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, memicu lonjakan mobilitas masyarakat secara signifikan.
Momentum libur panjang ini mendorong masyarakat memadati moda transportasi kereta api, khususnya perjalanan antarkota dan jarak jauh di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.
Lonjakan Penumpang Long Weekend Paskah 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mencatat total 194.204 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) selama periode tersebut.
Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan. Dari total tersebut, sebanyak 95.527 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 6, sementara 98.678 penumpang tercatat tiba.
Lonjakan ini juga menggambarkan perubahan preferensi masyarakat yang semakin mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi yang efisien, nyaman, dan tepat waktu.
Stasiun Yogyakarta menjadi episentrum mobilitas selama long weekend ini. Sebanyak 45.358 penumpang berangkat dari stasiun ini, sementara 46.938 penumpang tiba. Angka tersebut menjadikan Stasiun Yogyakarta sebagai titik tersibuk di wilayah Daop 6.
Tidak hanya itu, Stasiun Lempuyangan dan Solo Balapan juga mencatat angka signifikan. Lempuyangan melayani 19.670 penumpang berangkat dan 21.278 penumpang datang. Sementara Solo Balapan mencatat 16.383 keberangkatan dan 18.449 kedatangan.
Stasiun lainnya seperti Klaten, Purwosari, dan Wates turut mengalami peningkatan aktivitas penumpang, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa seluruh simpul transportasi di wilayah Daop 6 ikut bergerak aktif selama periode libur panjang tersebut.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh tingginya minat masyarakat untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga.
“Long weekend ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata tidak hanya di pusat Kota Jogja dan Solo, tetapi juga ke berbagai kota penyangga di sekitarnya yang menawarkan wisata alam, kuliner, dan budaya,” jelas Feni.
Destinasi-destinasi di sekitar Yogyakarta dan Solo memang memiliki daya tarik kuat, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya yang autentik. Hal ini menjadikan wilayah Daop 6 sebagai salah satu pusat pergerakan wisata domestik selama libur panjang.
Strategi KAI: Tambah 7 Perjalanan Kereta Api
Mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta langsung mengambil langkah strategis dengan mengoperasikan tujuh perjalanan kereta api tambahan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut sekaligus menjaga kelancaran arus penumpang.
Tujuh kereta tambahan tersebut melayani berbagai rute favorit, seperti Yogyakarta–Surabaya Gubeng, Solo Balapan–Gambir, hingga Yogyakarta dan Lempuyangan menuju Pasarsenen. Seluruh kereta tambahan ini beroperasi pada periode 1 hingga 6 April 2026.
Langkah ini terbukti efektif dalam mengurai kepadatan dan memastikan distribusi penumpang tetap terkendali, baik di stasiun maupun selama perjalanan.
KAI Daop 6 Yogyakarta terus menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Feni menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan berbagai aspek operasional, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana hingga peningkatan pelayanan di stasiun.
“Penambahan perjalanan kereta api menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga memperkuat aspek keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama. Petugas di lapangan meningkatkan pengawasan dan pelayanan untuk memastikan seluruh proses perjalanan berjalan lancar.
Di tengah tingginya mobilitas, KAI Daop 6 juga mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap mematuhi aturan serta menjaga barang bawaan masing-masing. Kerja sama antara petugas dan penumpang menjadi kunci utama terciptanya perjalanan yang aman dan tertib.
“Kami optimistis seluruh perjalanan selama masa long weekend ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” tutup Feni.
Lonjakan penumpang selama long weekend Paskah 2026 ini tidak hanya menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun, ini juga menegaskan peran vital kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik yang andal di Indonesia. (ef linangkung)