TUGU JOGJA – Rumah Kanthil di kawasan Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dikenal masyarakat karena kisah mistis tentang sosok gaib bernama Barowo yang disebut-sebut menjadi penunggu bangunan tua tersebut.
Rumah yang berada sekitar 230 meter di sebelah barat laut Pasar Kotagede, tepatnya di kawasan permukiman Kampung Trunojayan, itu ternyata memiliki fungsi nyata sebagai sentra produksi batik sekaligus berstatus sebagai bangunan cagar budaya.
Kotagede sendiri merupakan salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta yang dikenal dengan peninggalan arsitektur kuno dan kerajinan peraknya.
Di tengah lingkungan tersebut, Rumah Kanthil menjadi salah satu bangunan yang menarik perhatian karena cerita misteri yang berkembang di tengah masyarakat.
Rumah Kanthil Berada di Kampung Trunojayan Kotagede
Rumah Kanthil yang juga dikenal dengan sebutan Rumah Kanthil Kotagede terletak di area permukiman Kampung Trunojayan. Lokasinya berada sekitar 230 meter di sebelah barat laut Pasar Kotagede.
Keberadaan bangunan tua ini cukup dikenal oleh warga sekitar. Bukan hanya karena bentuk dan nilai sejarah bangunannya, tetapi juga karena cerita mistis yang telah lama melekat pada Rumah Kanthil.
Di kalangan masyarakat setempat, rumah tersebut kerap dikaitkan dengan sosok gaib yang disebut Barowo. Sosok ini dipercaya menjadi “penunggu” bangunan dan disebut memiliki cerita tersendiri yang membuat Rumah Kanthil semakin dikenal.
Menurut kisah yang beredar, Barowo bukan sosok yang secara umum gemar mengganggu manusia.
Namun, keberadaannya disebut kerap dikaitkan dengan pengalaman warga atau orang yang melintas di depan bangunan tersebut pada waktu-waktu tertentu.
Cerita mengenai sosok Barowo inilah yang kemudian membuat Rumah Kanthil memiliki citra mistis di mata sebagian masyarakat.
Kisah Wisatawan yang Disebut Mengalami Kejadian Misterius
Salah satu cerita yang paling sering dikaitkan dengan Rumah Kanthil adalah pengalaman sekelompok wisatawan yang penasaran dengan keberadaan bangunan tersebut.
Dalam kisah yang beredar, sekelompok wisatawan disebut sengaja mencari Rumah Kanthil karena rasa penasaran terhadap cerita mistis yang menyelimutinya.
Rombongan tersebut kemudian diduga masuk ke area bangunan tanpa permisi serta bersikap tidak sopan dan usil.
Setelah kejadian tersebut, salah satu wisatawan dari rombongan dikisahkan tiba-tiba jatuh pingsan ketika berada di lokasi.
Kejadian itu kemudian berkembang menjadi cerita yang semakin memperkuat kesan mistis Rumah Kanthil. Setelah wisatawan tersebut sadar, konon ditemukan bekas luka memanjang pada tubuhnya yang menyerupai cakaran hewan.
Cerita mengenai bekas luka misterius tersebut kemudian turut menjadi bagian dari kisah yang berkembang di tengah masyarakat mengenai Rumah Kanthil dan sosok Barowo.
Namun, kisah tersebut merupakan cerita yang beredar mengenai tempat tersebut. Di sisi lain, terdapat fakta mengenai fungsi dan kondisi sebenarnya dari bangunan Rumah Kanthil.
Rumah Kanthil Bukan Sekadar Bangunan Kosong
Di balik cerita mistis yang melekat, Rumah Kanthil memiliki fungsi yang berbeda dari gambaran bangunan kosong atau terbengkalai yang selama ini mungkin muncul dari cerita masyarakat.
Pihak pengelola bangunan telah memberikan klarifikasi mengenai keberadaan Rumah Kanthil. Menurut pengelola, citra seram dan cerita mengenai hantu yang beredar justru dapat merugikan fungsi asli bangunan tersebut.
Rumah Kanthil pada kenyataannya merupakan tempat produksi atau sentra kerajinan batik yang masih beroperasi. Selain digunakan untuk kegiatan produksi batik, bangunan tersebut juga berstatus sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi.
Fakta tersebut menjadi bagian penting dalam melihat Rumah Kanthil secara lebih utuh. Bangunan ini tidak hanya memiliki cerita yang berkembang di masyarakat, tetapi juga mempunyai fungsi nyata sebagai tempat kegiatan kerajinan sekaligus memiliki nilai sejarah dan budaya.
Suasana Rumah Kanthil Disebut Asri dan Tidak Menyeramkan
Cerita mengenai Barowo dan berbagai pengalaman mistis yang dikaitkan dengan Rumah Kanthil membuat bangunan tersebut kerap dipandang sebagai tempat yang menyeramkan.
Akan tetapi, pihak pengelola dan para pekerja di Rumah Kanthil memiliki gambaran berbeda mengenai suasana bangunan tersebut. Menurut mereka, kondisi di dalam rumah sebenarnya terbilang biasa saja.
Bangunan tersebut disebut memiliki suasana yang asri dan tidak menyeramkan bagi sebagian besar orang yang datang dengan niat baik serta bersikap sopan.
Dengan demikian, Rumah Kanthil memiliki dua sisi yang berkembang di tengah masyarakat. Di satu sisi, bangunan tua tersebut dikenal melalui cerita mengenai sosok Barowo dan berbagai kisah misterius.
Di sisi lain, Rumah Kanthil tetap menjalankan fungsi sebagai sentra produksi batik dan merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi.
Kisah Mistis dan Fakta Bangunan Rumah Kanthil
Popularitas Rumah Kanthil di Kotagede tidak terlepas dari cerita mengenai sosok Barowo yang dipercaya masyarakat sebagai penunggu bangunan.
Kisah wisatawan yang disebut pingsan dan mengalami bekas luka menyerupai cakaran juga ikut memperkuat cerita mistis yang berkembang.
Namun, fakta mengenai Rumah Kanthil menunjukkan bahwa bangunan tersebut bukan sekadar rumah tua yang dikaitkan dengan cerita gaib. Rumah Kanthil merupakan sentra kerajinan batik yang masih beroperasi dan sekaligus termasuk bangunan cagar budaya yang dilindungi.
Keberadaan cerita mistis dan fungsi budaya tersebut membuat Rumah Kanthil menjadi salah satu bangunan yang memiliki daya tarik tersendiri di kawasan Kotagede, Yogyakarta.
Bagi masyarakat, kisah Barowo menjadi bagian dari cerita yang berkembang mengenai bangunan tersebut, sementara fungsi sebagai sentra batik dan cagar budaya menjadi fakta penting mengenai keberadaan Rumah Kanthil.***





