Sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran, Jejak Vulkanik Dasar Laut hingga Kutukan Sang Dalang

Bagikan :
Ilustrasi Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul terbentuk 60–70 juta tahun lalu dari aktivitas gunung api dasar laut, simak sejarah dan mitosnya (AI // Tugu Jogja)

TUGU JOGJA – Gunung Api Purba Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan kawasan vulkanik bersejarah yang terbentuk sejak puluhan juta tahun lalu dari aktivitas gunung api di dasar laut purba.

Bentang alam yang kini berada di kawasan Pegunungan Baturagung tersebut tidak hanya menyimpan jejak geologi berupa batuan vulkanik tua, tetapi juga memiliki cerita rakyat yang dipercaya masyarakat setempat mengenai asal-usul nama Nglanggeran dan kutukan seorang dalang.

Keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan sejarah lokal di Yogyakarta.

Kawasan ini memperlihatkan bagaimana proses geologi dalam rentang waktu yang sangat panjang dapat membentuk bentang alam yang berbeda dari kondisi awalnya.

Gunung Api Purba Nglanggeran Diperkirakan Berusia 60 hingga 70 Juta Tahun

Sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik pada masa Oligo-Miosen. Gunung ini diperkirakan telah terbentuk sekitar 60 hingga 70 juta tahun yang lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tugujogja.id, diketahui bahwa pada masa awal pembentukannya, Nglanggeran bukanlah gunung yang berdiri di daratan seperti yang terlihat saat ini.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari lingkungan laut purba. Gunung api yang berada di dalamnya pernah menjadi gunung berapi aktif dan mengalami letusan di dasar laut.

Aktivitas vulkanik tersebut menghasilkan material yang kemudian menjadi bagian dari struktur batuan di kawasan Nglanggeran. Seiring berjalannya waktu, kondisi geologi kawasan mengalami perubahan besar akibat aktivitas tektonik.

Baca juga  DPU PRKP Gunungkidul Siap Turun Jika Diminta Lakukan Inspeksi Gedung Pesantren

Aktivitas Tektonik Mengangkat Gunung Api dari Dasar Laut

Pergerakan lempeng tektonik bumi yang berlangsung terus-menerus menjadi salah satu proses penting dalam perubahan bentuk kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Aktivitas tersebut menyebabkan material gunung api yang sebelumnya berada di lingkungan dasar laut mengalami pengangkatan hingga akhirnya muncul ke permukaan dan menjadi daratan.

Proses geologi dalam waktu yang sangat panjang tersebut membuat kawasan yang dahulu berkaitan dengan aktivitas vulkanik bawah laut kini menjadi bentang alam berbatu di daratan Gunungkidul.

Saat ini, kawasan vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran berada pada ketinggian yang mencapai 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasinya termasuk dalam deretan Pegunungan Baturagung.

Dari sisi geologi, kawasan ini tersusun atas sejumlah jenis batuan yang menjadi bagian dari jejak aktivitas vulkaniknya. Material penyusunnya antara lain formasi batuan andesit tua, breksi, dan aglomerat.

Keberadaan batuan tersebut memperlihatkan karakter kawasan yang terbentuk melalui aktivitas vulkanik pada masa lampau.

Jejak tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang Gunung Api Purba Nglanggeran sebelum kawasan ini dikenal sebagai salah satu bentang alam di Gunungkidul.

Nama Nglanggeran Berkaitan dengan Istilah “Ngelanggar”

Selain memiliki sejarah geologi yang panjang, Gunung Api Purba Nglanggeran juga tidak terpisahkan dari cerita tutur yang berkembang di tengah masyarakat setempat.

Baca juga  5 Petilasan Kondang di Jogja yang Masih Ramai Dikunjungi: dari Turgo hingga Pandak

Asal-usul nama Nglanggeran dipercaya berkaitan dengan kata “ngelanggar”. Dalam bahasa setempat, istilah tersebut berarti melanggar aturan.

Nama tersebut dikaitkan dengan legenda mengenai sebuah peristiwa yang melibatkan warga desa dan seorang dalang.

Cerita tersebut menjadi bagian dari mitos yang diwariskan secara turun-temurun dan melekat pada identitas kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Pesta Syukuran Panen Berakhir dengan Kemarahan Seorang Dalang

Menurut cerita yang berkembang, peristiwa tersebut bermula ketika warga desa menggelar pesta sebagai bentuk syukuran atas hasil panen. Dalam kegiatan itu, seorang dalang sedang menggelar pertunjukan wayang.

Namun, sejumlah warga kemudian melakukan tindakan tercela dengan merusak wayang milik sang dalang yang tengah pentas. Peristiwa tersebut membuat sang dalang merasa tidak terima dan kemudian marah besar.

Kemurkaan tersebut menjadi bagian utama dari legenda yang kemudian dikaitkan dengan penamaan Nglanggeran.

Istilah “ngelanggar” digunakan untuk menggambarkan tindakan warga yang dianggap telah melanggar aturan dalam cerita tersebut.

Warga yang Dikutuk Diyakini Diasingkan ke Gunung Berbatu

Kemarahan sang dalang dalam cerita rakyat tersebut kemudian berujung pada kutukan. Warga yang diyakini telah merusak wayang sang dalang disebut mendapat kutukan dan kemudian dibuang atau diasingkan ke kawasan gunung berbatu.

Baca juga  Mengenal Asal-usul Upacara Numplak Wajik Keraton Jogja: Tradisi Pembuka Garebeg yang Sarat Makna Syukur

Cerita mengenai pembuangan warga tersebut menjadi salah satu bagian dari mitos yang menyertai keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran. Kisah itu terus dikaitkan dengan asal-usul nama kawasan hingga sekarang.

Di samping legenda tentang kutukan tersebut, masyarakat setempat juga masih memiliki kepercayaan mengenai keberadaan sosok gaib yang dianggap menjaga kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Kyai Ongko Wijoyo Dipercaya sebagai Penjaga Gaib Kawasan

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Api Purba Nglanggeran diyakini memiliki penjaga secara mistis. Sosok yang dipercaya menjalankan peran tersebut adalah Kyai Ongko Wijoyo.

Kepercayaan mengenai Kyai Ongko Wijoyo menjadi bagian dari cerita dan tradisi lisan yang berkembang di kawasan tersebut.

Dengan demikian, sejarah Nglanggeran tidak hanya berkaitan dengan proses pembentukan bentang alam, tetapi juga dengan mitos dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat.

Perpaduan antara sejarah geologi dan cerita rakyat membuat Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki dua sisi yang saling melengkapi.

Dari sisi geologi, kawasan ini merupakan jejak gunung api yang terbentuk pada lingkungan dasar laut purba dan kemudian terangkat akibat proses tektonik.

Sementara dari sisi budaya, kawasan tersebut menyimpan legenda tentang asal-usul nama Nglanggeran, kutukan seorang dalang, serta sosok penjaga gaib yang dipercaya masyarakat.

Nah, itu tadi penjelasan soal sejarah geologi dan mitos asal-usul nama Gunung Api Purba Nglanggeran.***

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

PANDUAN LENGKAP EXPLORE JOGJA

Tempat wisata, kuliner, budaya, transportasi, dan info penting lainnya seputar Yogyakarta.

Berita Terbaru

6078138521194543056
Pendidikan Khas keJogjaan Dorong Mahasiswa Jadi Duta Budaya Yogyakarta
zIlrVsfbFcq8yBbKQk958hpzxUgrzpoy6KcEuNOZ
9.000 Penerima Bansos di Gunungkidul Dicoret karena Terindikasi Judi Online, Sultan HB X: Bantuan untuk Makan, Bukan Berjudi
Screenshot 2026-08-23 174446
TPST Wukirsari Ditargetkan Mulai Dibangun 2027, Gunungkidul Kejar Lelang dan Siapkan Pengolahan Sampah Jadi RDF
xAtdo1eDVsulzhUDvAoRbhIX4qwE4veytFBdX5Fl
Karhutla di DIY Meningkat, Kemarau Panjang Picu Ancaman Kebakaran
ClTvkVfJNkYeW65bhFNf27DkJtR72P1ri24ydnAu
Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal Mulai 24 Agustus 2026

Pilihan Editor

6078138521194543056

Pendidikan Khas keJogjaan Dorong Mahasiswa Jadi Duta Budaya Yogyakarta

zIlrVsfbFcq8yBbKQk958hpzxUgrzpoy6KcEuNOZ

9.000 Penerima Bansos di Gunungkidul Dicoret karena Terindikasi Judi Online, Sultan HB X: Bantuan untuk Makan, Bukan Berjudi

Screenshot 2026-08-23 174446

TPST Wukirsari Ditargetkan Mulai Dibangun 2027, Gunungkidul Kejar Lelang dan Siapkan Pengolahan Sampah Jadi RDF

xAtdo1eDVsulzhUDvAoRbhIX4qwE4veytFBdX5Fl

Karhutla di DIY Meningkat, Kemarau Panjang Picu Ancaman Kebakaran

ClTvkVfJNkYeW65bhFNf27DkJtR72P1ri24ydnAu

Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal Mulai 24 Agustus 2026

Artikel Populer

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

IMG_20260811_052315_072

Vaksinasi Rabies Gratis di Kota Yogyakarta, Ini Jadwal dan Lokasinya

IMG_20260626_132944_435

Evakuasi Kasuari di Sleman Berakhir Damai, Kesadaran Warga Antar Burung Langka Kembali ke Jalur Konservasi

rtfFbOZYbCKV5n0sYMFTKRP3M1vQKrzMjsukdfT8

Ketika Limbah Kopi Menjadi Warna, Putri Ramadhany Amir Bawa Tradisi ke Streetwear